Water Pump, Sirkulator Penting dalam Sistem Pendingin

Water Pump, Sirkulator Penting dalam Sistem Pendingin

Water Pump, Sirkulator Penting dalam Sistem Pendingin

Pada sistem pendingin, water pump mobil berperan dan memastikan air radiator terpompa dengan benar ke seluruh bagian mesin, sehingga suhunya tetap stabil. 

Bila tidak ada komponen satu ini, mesin mobil akan mudah untuk mengalami overheat. Akibatnya, komponen mesin bisa mengalami kerusakan parah, hingga tiba-tiba mogok saat digunakan untuk berkendara. 

Namun, dalam beberapa kasus, ada penyebab kerusakan dari water pump yang sering dilakukan oleh para pemilik kendaraan. Seperti kurangnya perawatan karena menganggap jika komponen ini bisa bertahan lama. 

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kerusakan water pump, mari kenali lebih dalam untuk fungsi dan perannya. Jangan lupa untuk lanjut membaca sampai bawah, ya!

Fungsi dan Peran Water Pump Mobil

Tugas paling utama dari water pump yang ada di sistem pendingin ialah memompa dan memastikan air pendingin tersalurkan dari air radiator ke semua komponen mesin menggunakan jalur water jacket

Komponen water pump bisa menjalankan tugasnya karena adanya bantuan dari drive belt yang sudah terhubung ke putaran mesin. Dengan begitu, kecepatan pompa pun akan sejalan dengan Revolutions Per Minute (RPM) dari mesin. 

Peranan water pump mobil tidak hanya itu saja. Sebab, komponen satu ini juga harus memastikan distribusi coolant bisa merata ke semua area pendingin. 

Umumnya, water pump ada di sisi depan mesin, letaknya dekat dengan timing-chain atau timing-belt

Water pump juga dilengkapi bearing maupun seal yang difungsikan agar tidak ada kebocoran ketika menyalurkan air ke semua komponen. 

Secara umum, Anda akan bisa mengetahui jika water pump tengah berfungsi normal atau tidak hanya dari riak ketika Anda membuka tutup radiator saat mesin hidup. 

Tanda-Tanda Ada Kerusakan di Water-pump

Ada kalanya komponen water pump mobil juga mengalami kerusakan, layakan komponen mobil lain yang memiliki batas masa pakai. Ketika water pump akan rusak, Anda dapat mengenali tanda-tandanya, yaitu: 

  1. Terdengar Suara Berisik yang Muncul dari Fan Belt

Komponen fan belt akan mengeluarkan suara berdecit saat ada masalah pada water pump. Suara ini akan muncul saat drive belt yang bertugas untuk menghubungkan antara crankshaft dengan water pump mengalami gesekan yang berlebih. 

Nah, gesekan itu biasanya terjadi saat putaran pada komponen water pump tidak bekerja secara maksimal. Bisa jadi itu karena ada karat pada komponen, water pump mulai aus atau bahkan bearing yang rusak. 

  1. Kebocoran pada Cairan Pendingin

Tanda lainnya ialah kebocoran cairan yang bisa saja muncul dari sistem pendingin. Untuk itu, Anda harus sering memeriksa bagian-bagian water pump

Biasanya, kebocoran bisa terjadi karena seal yang ada pada water pump mobil tidak tertutup rapat atau sudah mulai rusak, adanya korosi pada komponennya, atau bahkan terjadi keretakan di selang radiator. 

Untuk itu, Anda harus menggunakan coolant yang berwarna lebih cerah sehingga lebih mudah mendeteksi kebocoran. Sebab, air cenderung akan meninggalkan jejak yang jelas saat menguap. 

  1. Temperatur Mesin Mobil yang Meningkat

Bila water pump mulai aus, sirkulasi cairan pendingin tidak akan berjalan secara optimal. Alhasil, suhu mesin akan naik secara drastis, kabin pun akan terasa panas. 

Untuk itu, Anda harus sering memantau lampu indikator yang digunakan untuk mengatur suhu mesin pada panel instrumen. Apabila jarumnya mengarah ke suhu tinggi, segera periksa dan lakukan perbaikan. 

  1. Cairan Pendingin Mengalir Lemah, Bahkan Tidak Ada

Ketika Anda melihat aliran yang ada pada cairan pendingin sudah mulai melemah atau bahkan tidak ada, ada kemungkinan water pump mengalami kerusakan. 

Anda bisa mengeceknya dengan menyalakan mesin kendaraan, kemudian membuka tutup radiator. Amati bagaimana cairan pendingin tersebut mengalir. Bila terlihat melemah atau bahkan terlihat tidak ada, sudah pasti water pump tengah mengalami tanda-tanda keausan. 

  1. Kipas Radiator Kerja Ekstra

Pada sistem pendingin, ada kipas radiator yang berperan untuk menurunkan suhu pada mesin saat cairan pendingin sudah mencapai suhu tertentu. 

Saat normal, kipas ini akan secara otomatis menyala atau mati, menyesuaikan kebutuhan. Namun, bila Anda melihat komponen satu ini hanya bekerja satu sisi yaitu menyala terus atau bahkan mati, ada indikasi jika water pump mobil tidak bisa bekerja dengan baik. 

  1. Timbul Uap dari Bagian Kap Mesin

Anda mungkin sering melihat kap mobil berasap ketika dibuka. Itu tandanya, mesin tengah mengalami overheat atau panas yang berlebih. 

Hal itu bisa saja terjadi karena adanya kerusakan pada komponen water pump, sehingga cairan pendingin tidak tersalurkan dengan baik ke semua komponen. 

Ketahui Penyebab Kerusakannya

Faktor yang menjadi penyebab kerusakan water pump, salah satunya adalah karena usianya yang sudah terlalu lama. 

Selama masa pemakaian, komponen yang ada di dalam water pump seperti bearing maupun seal pasti akan mengalami keausan. Artinya, sudah waktunya untuk diganti agar bisa bekerja dengan optimal. 

Kurangnya perawatan juga bisa menjadi penyebab kerusakan water pump. Pasalnya, komponen yang sudah tidak optimal atau aus jadi tidak terdeteksi dini dan akhirnya baru ketahuan saat sudah rusak parah. 

Selain masalah komponen, penggunaan kualitas air radiator juga bisa merusak water pump. Untuk itu, gunakan cairan yang disarankan bengkel resmi dan jangan gunakan air biasa. Sebab, air biasa akan lebih mudah menimbulkan korosi pada komponen mesin. 

Penyebab kerusakan water pump lainnya, bisa datang dari drive belt yang sudah mulai longgar karena aus, sehingga putarannya pun tidak lagi stabil. Alhasil sirkulasi air pun akan terganggu. 

Ingatlah, untuk rajin merawat komponen yang ada pada sistem pendingin, terutama water pump mobil agar suhu mesin tetap terjaga dan performa kendaraan pun optimal. 

Tips untuk Menjaga Water-pump agar Awet

Bila komponen water pump dirawat dengan tepat dan benar, usia pakainya bisa mencapai hingga 10 tahun. Karena itu, Anda harus menjaga dan merawatnya agar masa pakai lebih lama. 

Nah, perawatan yang bisa Anda lakukan seperti: 

  1. Rajin mengganti coolant menggunakan cairan yang sudah dianjurkan oleh bengkel resmi untuk menghindari korosi dan kerusakan lainnya. 

  2. Rajin melakukan servis bagian sistem pendingin, terutama ketika Anda ingin melakukan perjalanan jarak jauh. Normalnya, servis dilakukan tiap 20.000 - 40.000 km. 

  3. Selalu cek bagian komponen pendukung seperti fan belt, drive belt atau kipas radiator. 

Ingat, ya kalau water pump mobil berperan sangat penting agar performa mesin tidak menurun dan suhunya tetap dingin. Dengan begitu, komponen lainnya pun bisa bekerja secara maksimal. 

Nah, agar usia water pump lebih awet dan semua komponen mesin bekerja maksimal, lakukan pemeriksaan ke bengkel Suzuki terdekat. Bukan hanya water pump saja yang bisa diperiksa, Anda juga bisa mengkonsultasikan kondisi komponen kendaraan lainnya. Jaga performa mobil agar tetap prima dan dapatkan perjalanan yang nyaman dan aman.