Wajib Tahu! Bagian Mobil Ini Rawan Korsleting
Mobil yang Anda kemudikan memiliki komponen kompleks, yang mana salah satunya merupakan komponen-komponen yang rawan terjadi korsleting (konslet).
Pada kasus ekstrem, Anda tentu pernah mengetahui kasus mobil terbakar akibat hubungan arus pendek komponen listrik di dalamnya. Mungkin Anda juga bertanya-tanya, bagaimana bisa mobil mengalami konslet?
Di dalam artikel kali ini Anda akan mengetahui komponen mobil apa saja yang rawan mengalami konslet. Selain itu, penting juga untuk Anda memahami cara mencegah agar komponen-komponen tersebut terawat dengan baik. Mari simak pembahasannya hingga tuntas!
Hubungan arus pendek (konslet) pada komponen kelistrikan mobil tidak boleh dianggap remeh. Hal ini dikarenakan risiko atau dampak yang ditimbulkan dan dapat merugikan Anda. Berikut dampaknya:
Saat mobil mengalami korsleting, dampak yang pasti Anda rasakan adalah kerusakan komponen elektronik vital. Seperti contohnya speedometer, sensor dan ECU (Electronic Control Unit).
Mobil yang konslet juga berisiko menyebabkan aki menjadi tekor karena adanya beban atau panas berlebih. Pada kasus ekstrem, konslet juga dapat menyebabkan aki mobil meledak.
Kondisi mobil mogok tiba-tiba juga dapat disebabkan oleh korsleting mobil. Gangguan sistem injeksi atau pengapian membuat proses distribusi bahan bakar terhambat.
Dampak paling ekstrem yang harus Anda waspadai dan cegah adalah risiko mobil terbakar. Korsleting listrik pada mobil menyebabkan kabel menjadi panas dan membakar isolasi lalu menyebar pada komponen mobil yang mudah terbakar.
Setelah Anda mengetahui dampak yang ditimbulkan dari kondisi hubungan arus pendek pada komponen mobil. Selanjutnya penting untuk mengetahui komponen yang rawan mengalami konslet tersebut.
Hal ini berguna bagi Anda dalam merawat dan mencegah komponen-komponen tersebut agar tidak konslet. Berikut ini daftar komponen mobil yang rawan mengalami konslet, antara lain:
Sebagai komponen sumber listrik utama, aki tentu menjadi komponen yang rawan mengalami konslet. Terutama jika aki tidak terpasang dengan baik atau konektor yang kemasukan air.
Alternator menjadi komponen mobil yang rawan korsleting. Fungsinya yang berguna sebagai pengisi daya aki dan distributor listrik ke berbagai komponen membuat komponen ini wajib terhindar dari air.
Komponen satu ini bertugas sebagai “otak” mobil dalam mengatur distribusi bahan bakar kendaraan. Komponen ECU rawan terbakar jika kemasukan air dan penggunaan mesin dengan beban berlebih.
Sistem pengapian yang terdiri dari komponen koil dan busi juga rentan mengalami korsleting. Terutama jika Anda tidak merawat dua komponen ini dengan baik. Gejala utama sistem pengapian mengalami konslet adalah mesin mobil yang sulit menyala.
Komponen relay berfungsi sebagai switch arus listrik besar seperti headlamp dan dinamo starter. Jika komponen ini terkena air atau rusak, maka dipastikan mobil Anda berisiko konslet dan kebakaran.
Beberapa mobil produksi baru memiliki teknologi injeksi yang berfungsi sebagai nozzle penyemprot bahan bakar. Teknologi tersebut membutuhkan listrik sehingga perawatan yang keliru dapat berisiko korsleting.
Komponen kompresor AC juga berisiko konslet apabila terkena air dan rusak karena tidak rutin dirawat. Penting bagi Anda untuk memerhatikan komponen ini karena fungsinya sebagai pompa refrigerant, sehingga saat AC mobil dihidupkan muncul hawa dingin.
Fungsi dari kotak sekring atau fuse box adalah melindungi komponen lain dari korsleting. Namun, komponen ini juga dapat berisiko konslet terutama jika kemasukan air dan jarang dirawat.
Mobil yang Anda pakai juga terdiri dari kabel-kabel yang menghubungkan berbagai komponen listrik. Kabel-kabel ini juga rawan konslet apabila tidak diperhatikan. Risiko yang perlu Anda waspadai adalah kabel yang terendam air dan mengelupas.
Komponen soket sering disepelekan, padahal fungsinya penting yaitu penghubung sistem kelistrikan. Jika dibiarkan tidak terawat atau terendam air, komponen satu ini menjadi rawan konslet.
Jadi, dapat Anda pahami bahwa hampir seluruh komponen mobil merupakan sistem kelistrikan yang rawan konslet. Terutama jika tidak terawat dan terendam air.
Lalu, bagaimana tips mencegah agar komponen kelistrikan mobil tidak mudah konslet? Anda dapat simak pembahasan di bawah ini:
Untuk mencegah terjadinya korsleting mobil akibat sistem kelistrikan yang terganggu, Anda dapat menghindari overload. Selalu memerhatikan kapasitas daya listrik kendaraan Anda.
Caranya, yaitu dengan tidak menggunakan perangkat listrik mobil secara berlebihan seperti menambahkan perangkat elektronik di luar kapasitas.
Selain itu, perhatikan penggunaan mobil sehari-hari. Jika mesin mobil mengalami overheat, sebaiknya Anda meluangkan waktu untuk mendinginkannya sebelum terjadi konslet yang menimbulkan kebakaran lebih lanjut.
Kedua, Anda dapat memerhatikan setiap perlengkapan kabel kelistrikan yang tepat dan berkualitas. Hindari modifikasi yang berisiko menimbulkan korsleting listrik mobil Anda.
Sangat disarankan bagi Anda untuk memilih perlengkapan kabel yang sesuai kebutuhan daya dan arus listrik.
Untuk mendapatkan perlengkapan kabel listrik berkualitas, Anda dapat membeli spare part mobil di toko atau distributor resmi. Jangan mudah tergiur harga murah tanpa tahu kualitasnya dengan jelas!
Tips mencegah konslet pada mobil berikutnya adalah memerhatikan gejala atau tanda peringatan. Beberapa gejala yang berpotensi menjadi tanda bahwa adanya konslet pada mobil adalah sebagai berikut:
Mobil sulit di-starter
Lampu utama atau headlamp redup atau berkedip
Tercium bau terbakar atau hangus
Aki cepat habis atau tekor
Fitur elektronik tidak stabil
Muncul asap atau percikan api
Tips satu ini berguna bagi Anda yang hendak melakukan modifikasi atau penambahan instalasi kelistrikan pada mobil. Penting bagi Anda untuk memerhatikan jasa instalasi yang tepat.
Gunakan jasa instalasi profesional dan berpengalaman untuk mencegah risiko korsleting listrik. Teknisi profesional pasti mampu meminimalisir masalah kelistrikan di kemudian hari.
Untuk mengetahui kualitas jasa instalasi, maka Anda dapat melakukan riset terlebih dahulu. Anda dapat bertanya kepada kerabat atau mencari review di berbagai internet.
Tips terakhir yang tak kalah penting adalah merawat sistem kelistrikan dengan rutin membawa mobil ke bengkel. Teknisi profesional pasti akan memeriksa keseluruhan komponen mobil Anda.
Keamanan listrik mobil akan terjamin jika Anda rutin melakukan servis secara berkala. Anda dapat melakukan perawatan mobil minimal 3 bulan sekali atau sesuai anjuran dari teknisi.
Informasi di atas penting bagi Anda apabila ingin mengemudi mobil dengan aman dan nyaman. Cegah korsleting listrik mobil sedini mungkin agar tidak terjadi kasus ekstrem yang dapat mengancam keselamatan Anda.
Selalu servis mobil Anda di bengkel Suzuki untuk mendapatkan perawatan sistem kelistrikan terbaik! Karena keamanan listrik merupakan aspek penting dalam kenyamanan Anda berkendara.