Sering Injak Gas Mendadak, Dampaknya pada Transmisi dan Mesin Mobil

Sering Injak Gas Mendadak, Dampaknya pada Transmisi dan Mesin Mobil

Sering Injak Gas Mendadak, Dampaknya pada Transmisi dan Mesin Mobil

Tanpa sadar, kebiasaan Anda yang sering menginjak pedal gas terlalu mendadak justru membahayakan mesin mobil maupun transmisinya. Kenapa bisa begitu? 

Pasalnya, saat Anda menginjak gas terlalu sering terlalu dalam atau bahkan dilakukan secara mendadak, ini akan mempengaruhi performa mesin bila dilakukan secara terus menerus. 

Nah, agar terhindar dari kerusakan mesin yang mengganggu keselamatan dalam berkendara, pastikan untuk Anda mengikuti teknik yang benar dalam menginjak pedal-gas. 

Lantas, apa saja dampaknya bagi kendaraan? Inilah ulasannya!

Dampak Akselerasi Mendadak ke Mesin Mobil

Ketika mengemudi, ada kalanya Anda diharuskan untuk mengerem mendadak. Misal saat pengemudi di depan tiba-tiba berhenti atau ada kondisi lainnya. Namun, kebiasaan ini bila terus dilakukan, terutama saat Anda terus menerus menginjak pedal-gas, dampaknya adalah: 

  1. Bahan Bakar Lebih Cepat Habis

Semakin sering Anda menekan pedal gas secara mendadak atau sembarangan, pemakaian bahan bakar pun akan lebih cepat habis. Ini berlaku untuk mobil manual ataupun mobil matic, ya. 

Pasalnya, saat pedal gas diinjak terlalu dalam serta tidak konsisten, mesin mobil akan bekerja ekstra keras dari semestinya. Alhasil, kebutuhan untuk mengkonsumsi bahan bakar pun akan naik. 

  1. Kampas Rem Gampang Aus

Pedal gas yang diinjak secara serampangan bisa membuat kampas rem lebih cepat aus ataupun menipis. Akibatnya, rem pun tidak lagi gesit dalam memberikan respons. 

Bila terus dibiarkan, kampas harus segera diganti, komponen lain pada pengereman juga mudah aus karena panas berlebih. Alhasil, efektivitas dalam memperlambat laju mobil pun akan berkurang. Risiko besarnya, bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

  1. Mesin Kendaraan yang Mengalami Overheating

Selain rem kendaraan, mesin pada mobil juga bisa terkena panas berlebih bila Anda terlalu sering menginjak gas secara mendadak. 

Sebab, saat pedal gas terus menerus diinjak, mesin seakan dipaksa untuk bekerja rodi yang akhirnya suhu di dalamnya pun meningkat dan bagian pendinginan tidak lagi bisa mengimbanginya, maka terjadilah overheating

Apabila masalah overheating ini tidak segera diatasi, performa mesin mobil akan menurun drastis. Kerusakan juga bisa terjadi pada komponen mesin lainnya. Bahkan, yang lebih parah, mesin bisa tiba-tiba mati saat Anda berkendara. 

  1. Kerusakan Pada Komponen Lainnya

Komponen lain pada mobil yang mengalami kerusakan karena Anda terlalu sering menginjak gas mendadak adalah komponen kopling, suspensi, hingga ke area transmisi. 

Bila bagian suspensi mengalami kerusakan, berkendara pun tidak lagi nyaman, sebab kendaraan tidak lagi stabil saat melewati jalanan yang tidak rata, kendalinya pun menjadi lebih lambat. 

Begitu pula bila transmisi mobil sudah kena, proses perpindahan gigi tidak lagi mulus, mulai terdengar suara berisik yang tidak mengenakkan, tenaga kendaraan pun akan menurun yang membuatnya lebih lambat, serta mobil bisa tiba-tiba mogok. 

Selain itu, usia dari komponen-komponen tersebut pun akan lebih pendek dari biasanya. Akibatnya, terjadi pemborosan lantaran harus sering mengganti atau memperbaiki komponen yang sudah aus. 

  1. Performa Mesin Mobil Jadi Menurun

Begitu komponen-komponen mobil sudah menunjukkan tanda-tanda aus, performanya tentu akan menurun drastis. Respons kendaraan tiap kali Anda menginjak gas pun akan lebih lambat dari biasanya. 

Alhasil, kenyamanan dalam berkendara pun berkurang, mobil tidak lagi bisa melaju stabil dan kencang, serta berpotensi untuk mengurangi kendali Anda terhadap kendaraan. 

  1. Susah dalam Mengendalikan Mobil

Pedal gas yang terlalu sering diinjak secara mendadak atau berlebihan akan mengganggu kestabilan mesin mobil. Terutama ketika Anda harus melewati jalanan yang menanjak. 

Nah, ketika kestabilan kendaraan mulai berkurang, akibatnya mobil menjadi lebih susah untuk dikendalikan. Tentunya ini membahayakan untuk Anda maupun pengemudi lainnya. Apalagi jika Anda berkendara di area yang ramai maupun jalanan yang penuh tanjakan atau turunan. 

  1. Meningkatkan Risiko Terjadinya Kecelakaan

Ingat, pada poin sebelumnya Anda sudah mengetahui tentang pentingnya kestabilan kendaraan saat mengemudi. Sebab, mobil yang kehilangan kendali dari pengemudinya bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. 

Kecelakaan tersebut bisa saja hanya terjadi pada Anda dengan objek mati di sekitar atau bahkan merugikan pengemudi lainnya. Bukan hanya cedera yang bakal Anda peroleh, tapi bisa juga nyama yang menjadi taruhannya. 

  1. Meningkatkan Polusi Udara

Terlalu sering menginjak gas secara mendadak akan menaikkan kadar emisi gas yang dibuang. Anda tentu tahu jika emisi kendaraan memiliki kandungan zat berbahaya yang merusak lingkungan maupun kesehatan masyarakat. 

Bila emisi gas itu terus menerus dikeluarkan tiap kali Anda menekan pedal secara mendadak, polusi udara pun akan naik drastis. Kesehatan masyarakat maupun kondisi lingkungan juga terkena dampaknya. 

Pemicu Pengemudi Injak Gas Mendadak

Anda mungkin sering mendengar atau menonton berita tentang kecelakaan lalu lintas kendaraan roda empat karena pengemudi kehilangan kendali. Nah, itu juga bisa terjadi akibat terlalu sering menginjak gas mendadak atau sembarangan. Berikut pemicunya: 

  1. Pengemudi yang Panik 

Dalam kondisi panik, pengemudi bisa saja salah menginjak antara pedal rem dengan pedal gas. Sebab, pada kendaraan matic, hanya kaki kanan yang akan digunakan secara bergantian untuk menekan pedal rem maupun gas. Salah injak, mobil akan memberi respons yang berbeda. 

Kesalahan tersebut bisa terjadi karena Anda yang berperan sebagai pengemudi tidak tenang, kurang fokus, serta gampang diserang panik. Untuk itu, usahakan selalu fokus dan tenang ketika berkendara. 

  1. Perhatian Pengemudi Terdistraksi

Ingat, Anda harus selalu fokus pada kondisi jalan selama mengemudi. Pasalnya, gangguan sederhana saja bisa berakibat fatal, bukan hanya pada keselamatan Anda tetapi juga mesin. 

Misalnya, Anda mengemudi sambil bermain ponsel atau makan, kemudian ada gangguan di depan yang membuat Anda harus menginjak pedal gas atau pedal rem secara mendadak. Bila itu terus berlanjut, mesin akan mengalami kerusakan. 

Hindari untuk melakukan kegiatan lain saat berkendara. Fokuskan pandangan dan pikiran pada kondisi sekeliling jalan. 

  1. Kondisi Fisik Tidak Fit

Ketika badan terlalu lelah atau kondisi tidak fit, Anda bisa melakukan kesalahan dengan menginjak gas secara mendadak. Akibatnya, tubuh tidak lagi bisa mengendalikan kendaraan dengan baik. 

Bila Anda mengetahui kondisi sudah tidak fit, hindari untuk mengemudikan kendaraan. Jangan memaksakan diri yang akhirnya membahayakan diri sendiri maupun pengemudi lainnya. 

  1. Mengantuk dan Lelah

Untuk Anda yang melakukan perjalanan jauh, ada aturan tidak tertulis yang mengharuskan Anda untuk mengemudi tidak lebih dari empat jam berturut-turut. Sebab, tubuh juga memerlukan istirahat untuk menghilangkan lelah. 

Jika Anda sudah berkendara selama empat jam, segera berhenti untuk istirahat minimal selama 30 menit. Bisa juga Anda meminta untuk diganti orang lain dalam mengemudi. 

Hal ini mengurangi risiko mengemudi dalam keadaan mengantuk yang membuat Anda harus menginjak pedal mendadak yang bisa membahayakan keselamatan maupun kondisi mesin. 

Meskipun terlihat sepele, tapi keseringan menginjak gas mendadak juga bisa membahayakan mesin mobil dan keselamatan Anda. Jadi, kurangi kebiasaan itu dan bila perlu hindari. 

Selain itu, rutinlah untuk melakukan perawatan kendaraan di bengkel Suzuki langganan. Jangan sampai komponen sudah aus baru dilakukan perbaikan dan penggantian. Itu hanya akan membuat Anda lebih boros nantinya.