Penyebab Cat di Atap Mobil Cepat Kusam? Ini Penjelasannya
Atap mobil menjadi pelindung bagi penumpang mobil. Selain itu atap mobil juga meningkatkan penampilan mobil Anda. Ketika warnanya memudar dan menjadi kusam tentunya mobil tersebut menjadi kurang menarik.
Masalahnya atap mobil paling rentan mengalami kerusakan lapisan cat karena bisa terpapar matahari secara langsung.
Berbeda dengan bagian samping yang kadang bisa terlindungi dari paparan sinar matahari. Tidak heran jika warna cat atap mobil cepat kusam. Selain itu ada beberapa penyebab lainnya. Apa saja?
Selain mengurangi nilai estetika kendaraan, cat mobil yang sudah kusam menjadi tanda bahwa lapisan pelindung atau clear coat mulai menipis.
Jika Anda biarkan maka permukaan cat akan retak, oksidasi, bahkan mengelupas sehingga membutuhkan perbaikan yang mahal. Berikut beberapa penyebab utama cat atap mobil berubah kusam:
Seperti sedikit dijelaskan pada paragraf pembuka bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi salah satu penyebab cat mobil kusam.
Sinar UV bisa merusak pigmen warna dan mempercepat terjadinya penurunan kualitas lapisan clear coat yang berfungsi melindungi cat mobil.
Semakin sering mobil Anda parkir di area terbuka tanpa perlindungan, maka semakin tinggi pula suhu permukaan atap mobil.
Dalam jangka panjang, kombinasi panas dan radiasi UV akan menyebabkan cat mobil memudar, kehilangan kilap, hingga muncul bercak putih akibat oksidasi.
Debu, lumpur, sisa hujan, getah pohon, hingga kotoran burung bisa menempel pada permukaan atap mobil. Jika tidak segera Anda bersihkan kotoran tersebut akan bereaksi dengan lapisan cat dan menimbulkan noda yang sulit dihilangkan.
Selain itu, partikel debu yang menumpuk juga bisa menimbulkan goresan halus saat mobil Anda bersihkan secara tidak tepat.
Lama-lama kilap cat mobil akan berkurang dan permukaannya terlihat kusam. Idealnya mobil dicuci secara berkala, terutama setelah terkena hujan atau parkir di bawah pohon.
Mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa air hujan bisa membersihkan mobil. Namun ternyata tidak. Ini karena air hujan mengandung berbagai zat yang bisa meninggalkan noda apabila Anda biarkan mengering di permukaan cat mobil.
Termasuk cat atap mobil. Selain air hujan, air dengan kandungan mineral tinggi juga bisa meninggalkan water spot atau bercak air.
Jika bercak tersebut Anda biarkan, lapisan clear coat bisa terkikis dan membuat permukaan cat mobil tampak kusam.
Maka dari itu, setelah mobil terpapar air hujan, sebaiknya Anda segera bilas atau cuci dengan air bersih. Kemudian keringkan dengan kain microfiber.
Penyebab lain kusamnya atap mobil adalah karena pemilik mobil tidak melakukan wax atau coating.
Kedua tindakan tersebut sebenarnya bisa mengurangi dampak debu, sinar UV, air, dan kontaminan lainnya. Tanpa perlindungan wax atau coating, lapisan clear coat akan cepat mengalami penurunan kualitas karena paparan cuaca setiap hari.
Akibatnya, warna cat mobil menjadi kusam dan kilapnya berkurang lebih cepat dibandingkan mobil yang rutin mendapatkan perlindungan.
Melakukan waxing setiap beberapa bulan atau menggunakan coating sesuai kebutuhan bisa membantu menjaga tampilan cat tetap mengkilap lebih lama.
Cara mencuci yang kurang tepat juga bisa menyebabkan cat atap mobil cepat kusam.
Kesalahan tersebut misalnya penggunaan sabun yang tidak khusus untuk mobil, spons yang kasar, atau kain kotor yang bisa menimbulkan goresan-goresan halus pada permukaan clear coat.
Goresan ini membuat cahaya tidak dipantulkan secara merata sehingga cat terlihat kusam walaupun sebenarnya belum mengalami kerusakan serius.
Karena itulah gunakan shampo mobil yang mempunyai pH seimbang, spons, atau wash mitt berbahan lembut, serta kain microfiber untuk proses pengeringan.
Seiring bertambahnya usia kendaraan, lapisan cat dan clear coat akan mengalami proses penuaan secara alami.
Paparan panas, udara, kelembapan, serta polusi dalam waktu bertahun-tahun mempercepat proses oksidasi pada permukaan cat tersebut.
Gejala awalnya sendiri berupa warna yang mulai memudar, permukaan terasa kasar, hingga muncul bercak putih pada bagian atap.
Jika oksidasi hanya terjadi pada lapisan permukaan, umumnya masih bisa dipulihkan melalui proses polishing. Namun apabila clear coat sudah mengelupas, maka solusi yang diperlukan umumnya adalah pengecatan ulang.
Lokasi parkir juga memengaruhi kondisi cat atap mobil. Jika Anda memarkir mobil di bawah pohon maka akan berisiko terpapar getah, embun madu serangga, dan kotoran burung yang mengandung zat asam.
Apabila tidak segera Anda bersihkan, zat akan merusak lapisan clear coat dan meninggalkan noda permanen.
Sementara itu, kendaraan yang sering berada di area industri atau jalan berpolusi tinggi lebih rentan terpapar debu logam, asap, dan partikel kimia yang bisa menempel pada permukaan cat.
Dalam jangka panjang, kontaminan akan mempercepat proses oksidasi sehingga cat pada bagian atap mobil lebih cepat kusam.
Untuk membersihkan mobil Anda perlu mempersiapkan beberapa perlengkapan berikut:
Dua ember. Satu untuk air bersih yang Anda campur dengan sabun cuci khusus mobil. Sedangkan ember satunya berisi air bersih untuk membilas cucian.
Siapkan spons cuci mobil lembut, kain microfiber, dan selang air dengan tekanan.
Gunakan sabun cuci khusus mobil, jangan gunakan deterjen biasa karena sifatnya abrasif dan bisa mengurangi kilauan cat
Setelah semua perlengkapan siap, Anda bisa melakukan pembersihan dengan langkah sebagai berikut:
Basahi keseluruhan permukaan mobil Anda menggunakan air bersih
Celupkan spons bersih ke dalam ember yang berisi sabun. Cuci bagian permukaan mobil dengan gerakan memutar secara perlahan.
Jangan menekan spons terlalu kuat agar tidak menggores cat
Bersihkan bagian atas mobil terlebih dahulu, baru melanjutkannya di bagian bawah
Bilas keseluruhan mobil dengan air bersih dari selang bertekanan
Keringkan dengan kain microfiber. Jangan biarkan mengering sendiri agar tidak menimbulkan noda.
Jika Anda tidak punya waktu untuk mencuci mobil sendiri, bisa dibawa ke pencucian mobil dan minta pembersihan menyeluruh.
Selain rutin membersihkan mobil, Anda juga bisa menjaga cat atap mobil dengan tips berikut ini:
Hindari membiarkan air cucian dan air hujan mengering sendiri karena bisa menyebabkan jamur yang merusak cat
Pastikan menggunakan sabun untuk mencuci mobil. Jangan gunakan deterjen atau sabun colek karena bahan kimianya keras
Jangan terlalu sering memarkir mobil di bawah paparan matahari dan pohon yang rindang
Gunakan coating atau wax secara berkala untuk melindungi lapisan cat
Seiring berjalannya waktu cat atap mobil bisa berubah kusam, tetapi kondisi tersebut bisa terjadi lebih cepat karena beberapa penyebab.
Misalnya parkir di bawah sinar matahari, kehujanan, dan lain sebagainya. Memahami penyebabnya akan membantu Anda untuk lebih mudah merawat kilauan cat mobil. Kunjungi https://auto.suzuki.co.id/ untuk mendapatkan tips perawatan mobil lainnya.
Referensi:
https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/penyebab-cat-mobil-kusam
https://www.suzuki.co.id/tips-trik/mengapa-cat-mobil-bisa-kusam-cek-penyebabnya?pages=all