Penjelasan Kenapa Jenis Lampu Mobil Belum Tentu Cocok dengan Jenis Mobilnya
Mungkin banyak dari Anda yang masih menganggap bahwa semua lampu mobil dapat dipasang begitu saja selama ukurannya pas.
Padahal, jenis lampu yang populer atau terlihat menarik belum tentu cocok dengan sistem pencahayaan mobil yang digunakan. Mengapa demikian?
Memilih lampu mobil tidak bisa hanya berdasarkan warna, merek, atau tingkat kecerahan. Kecocokan dengan komponen pendukung juga menjadi pertimbangan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa lampu satu belum tentu cocok untuk mobil Anda:
Setiap mobil mempunyai rumah lampu yang sudah dirancang secara khusus untuk jenis bohlam tertentu.
Misalnya pada lampu halogen yang memiliki titik fokus cahaya berbeda dengan lampu HID atau LED. Apabila dipasang sembarangan, cahaya yang menyebar menjadi tidak beraturan dan justru mengurangi visibilitas.
Mungkin masih banyak yang memilih lampu berdasarkan tingkat kecerahan. Padahal, lampu yang sangat terang belum tentu menghasilkan pola pencahayaan yang baik.
Cahaya yang tidak fokus bisa menyilaukan pengguna jalan lainnya dan menyebabkan area jalan yang seharusnya terlihat justru kurang jelas.
Saat akan membeli bohlam untuk lampu mobil, Anda tidak bisa sembarangan memilihnya.
Ini karena setiap kendaraan memiliki jenis bohlam yang berbeda-beda. Misalnya ada yang menggunakan jenis H4, HS1, H7, H11 dan lain-lain. Jenis bohlam tersebut berkaitan dengan soket dari bohlam.
Selain terdapat perbedaan jenis bohlam, ukuran watt lampu juga demikian. Anda tidak bisa menggunakan ukuran watt lebih besar dari bawaan mobil.
Jika Anda memaksakannya maka bisa melelehkan soket lampu dan rumah lampu juga memanas. Sehingga komponen reflektor Anda rusak.
Beberapa lampu LED mempunyai ukuran heatsink atau kipas pendingin yang cukup besar. Pada mobil tertentu, ruang di balik rumah lampu terbatas. Sehingga pemasangan menjadi sulit atau bahkan tidak memungkinkan tanpa modifikasi.
Mobil keluaran terbaru sering menggunakan sistem kelistrikan yang lebih sensitif. Penggantian lampu dengan spesifikasi berbeda bisa memicu indikator error pada dashboard, flicker (kedipan), atau gangguan pada sistem elektronik kendaraan.
Mobil yang sering digunakan di dalam kota memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda dengan mobil yang rutin melintasi jalan antarkota atau daerah berkabut. Lampu yang cocok untuk satu kondisi belum tentu optimal untuk kondisi lainnya.
Tidak sedikit pengguna mobil yang tergoda untuk memilih lampu berwarna putih kebiruan karena terlihat modern.
Namun, pada kondisi hujan deras atau berkabut, warna cahaya yang terlalu putih sering kali kurang efektif dibandingkan warna yang lebih hangat seperti kuning keputihan.
Tidak semua lampu aftermarket memenuhi standar penggunaan di jalan raya. Beberapa produk memang terlihat lebih terang, tetapi pola cahayanya tidak sesuai standar. Sehingga berisiko mengganggu pengendara lain.
Setidaknya ada tiga jenis lampu yaitu lampu LED, HID, dan halogen. Berikut informasi perbedaan ketiga lampu tersebut:
Jenis lampu yang pertama adalah lampu LED atau Light Emitting Diode. Lampu tersebut menggunakan teknologi LED sebagai sumber cahaya.
LED sendiri merupakan semikonduktor yang dapat menghasilkan cahaya saat arus listrik melewatinya.
Lampu jenis LED jauh lebih efisien dalam aspek energi jika dibandingkan dengan lampu konvensional. Sementara itu untuk warnanya, lampu LED menghasilkan cahaya putih dengan bentuk cahaya kotak.
Lampu High-Intensity Discharge atau HID ini merupakan jenis yang menggunakan teknologi pemancar cahaya dengan intensitas tinggi.
Caranya adalah dengan memanaskan gas edelweiss dalam tabung kaca yang mempunyai daya tinggi. Lampu HID menghasilkan cahaya putih yang terang dan dapat menyilaukan mata.
Lampu jenis ini menghasilkan cahaya cenderung berwarna putih hangat atau kuning. Warna cahayanya lebih dekat dengan cahaya matahari jika dibandingkan dengan jenis lampu lainnya.
Agar Anda tidak salah membeli lampu mobil, berikut panduan yang bisa Anda ikuti:
Pastikan Anda tidak memilih lampu dengan nyala yang terlalu terang. Karena bisa mengganggu pengendara lain saat berpapasan dengan mobil Anda.
Warna lampu yang sangat terang bisa menyilaukan mata dan membahayakan Anda serta pengguna jalan lain.
Untuk lampu LED bagian depan, sebaiknya Anda membelinya dari merek yang sudah jelas kualitasnya. Bohlam LED bermerek memiliki kualitas dan durabilitas yang tinggi.
Umumnya sudah dilengkapi dengan heat sink, relay, dan kipas agar lampu tersebut tidak mudah panas. Saat lampu LED tidak mudah panas, tentunya menambah daya tahan diodenya sehingga lebih awet.
Penggunaan ini khusus untuk mobil Eropa. Tujuan pemakaian CANABUS adaptor sendiri agar sistem kelistrikan mobil tidak mengalami error.
Hal tersebut penting karena sistem mobil yang dimiliki oleh mobil Eropa bersifat sangat sensitif jika ada daya listrik yang tidak sesuai spesifikasi.
Saat mengalami error, bisa merembet kemana-mana. Dengan adanya CANABUS adaptor, sistem kelistrikan akan membaca secara normal semua jalur lampu mobil. Sehingga tidak terjadi malfungsi.
Pertimbangan ini juga penting. Karena adanya cut-off akan mencegah terjadinya silau pengemudi dari arah yang berlawanan.
Kemudian pastikan juga lampu LED yang Anda pilih sinarnya fokus dan tidak melebar. Bohlam LED yang tidak mudah mati saat terkena goncangan juga perlu Anda pertimbangkan.
Penyesuaian ini untuk lampu senja, lampu utama, lampu kabut, dan lampu dim. Tujuan utamanya agar tidak menyebabkan silau dan membahayakan pengguna jalan lain.
Sebaiknya Anda memilih temperatur 4.300K (Kelvin) dengan warna putih kekuningan atau temperatur 6.000K berwarna putih bening. Berikut rincian rekomendasi temperatur:
Lampu dim: 4.300K
Lampu kabut: 2.800 hingga 3.000K warna kuning keemasan. Bisa juga menggunakan 4.300K dengan warna putih kekuningan agar bisa menembus kabut dan hujan deras
Membeli lampu mobil tidak bisa sembarangan sesuai keinginan. Tetapi harus mempertimbangkan berbagai aspek karena satu jenis lampu belum tentu cocok untuk mobil Anda.
Sebelum membeli lampu, pastikan memahami spesifikasinya agar tidak salah beli dan mengancam keselamatan Anda. Penggantian lampu mobil tidak harus menunggu benar-benar mati.
Anda bisa segera menggantinya jika tingkat kecerahannya sudah turun, warna cahaya berubah, dan berkedip ketika lampu Anda gunakan. Kunjungi https://auto.suzuki.co.id/ apabila Anda ingin mengganti lampu mobil Anda.
Silakan berkonsultasi dengan teknisi profesional kami. Anda juga akan dibantu untuk mengganti lampu. Jangan menunda penggantian lampu agar pengalaman berkendara dan keselamatan Anda tetap terjamin.