Mobil Terasa Bergetar Setelah Ganti Ban, Apakah Perlu Balancing Ulang?
Mengganti ban mobil seharusnya membuat kendaraan kembali nyaman digunakan, terutama jika ban sebelumnya sudah aus atau memasuki waktu penggantian. Namun, bagaimana jika setelah memasang ban baru justru muncul getaran yang sebelumnya tidak terasa?
Getaran biasanya semakin terasa pada kecepatan tertentu dan dapat muncul pada setir, lantai kabin, atau bahkan seluruh bodi kendaraan. Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah keseimbangan roda atau wheel balancing.
Meski begitu, jangan langsung menyimpulkan bahwa ban baru atau proses balancing pasti menjadi sumber masalah. Pemasangan roda, kondisi velg, tekanan ban, hingga komponen kaki-kaki juga dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.
Ban dan roda berputar dalam kecepatan tinggi ketika kendaraan melaju. Agar putarannya stabil, distribusi bobot pada setiap roda perlu berada dalam kondisi seimbang.
Perbedaan bobot yang relatif kecil pada bagian tertentu dari roda dapat menimbulkan getaran ketika putaran meningkat. Karena itu, balancing umumnya menjadi bagian penting saat memasang ban baru.
Jika getaran baru terasa setelah penggantian ban mobil, pemeriksaan sebaiknya dimulai dari komponen yang baru saja dikerjakan, termasuk ban, velg, pemasangan roda, serta hasil balancing.
Balancing adalah proses menyeimbangkan distribusi bobot pada kombinasi ban dan velg agar roda dapat berputar dengan stabil.
Dalam prosesnya, roda biasanya dipasang pada mesin balancing untuk mendeteksi bagian yang memiliki ketidakseimbangan. Teknisi kemudian memasang pemberat atau wheel weight pada posisi tertentu di velg berdasarkan hasil pengukuran.
Tujuannya adalah mengurangi getaran yang muncul akibat distribusi bobot roda yang tidak merata.
Balancing berbeda dengan spooring. Balancing berkaitan dengan keseimbangan putaran roda, sedangkan spooring berkaitan dengan pengaturan sudut roda sesuai spesifikasi kendaraan.
Keduanya sama-sama berpengaruh terhadap kenyamanan dan karakter kendaraan saat dikemudikan, tetapi menangani kondisi yang berbeda.
Balancing ulang layak dilakukan jika getaran baru muncul setelah penggantian ban, terutama jika getaran terasa pada rentang kecepatan tertentu.
Balancing ulang dapat membantu memastikan setiap roda sudah berada dalam kondisi seimbang setelah ban baru dipasang.
Namun, balancing bukan satu-satunya pemeriksaan yang diperlukan. Jika hasil balancing sudah sesuai tetapi mobil masih bergetar, sumber masalah perlu dicari pada bagian lain.
Karena itu, pemeriksaan bertahap lebih tepat daripada terus melakukan balancing tanpa mencari kemungkinan penyebab lainnya.
Ketidakseimbangan roda dapat memberikan beberapa gejala ketika kendaraan digunakan. Salah satu yang paling mudah dikenali adalah getaran yang semakin jelas pada kecepatan tertentu.
Beberapa tanda yang dapat Anda perhatikan antara lain:
Setir terasa bergetar saat kendaraan melaju.
Getaran muncul atau semakin kuat pada kecepatan tertentu.
Kabin atau lantai kendaraan ikut terasa bergetar.
Ban menunjukkan pola keausan yang tidak normal.
Getaran muncul setelah pemasangan ban baru.
Wheel weight terlihat terlepas atau hilang.
Lokasi getaran juga dapat memberikan petunjuk awal. Getaran yang dominan pada setir sering terasa ketika masalah berkaitan dengan roda depan. Sementara gangguan pada roda belakang dapat lebih terasa melalui jok atau bagian bodi kendaraan.
Namun, diagnosis tetap diperlukan karena karakter getaran dapat berbeda pada setiap kendaraan.
Ban baru bukan berarti kombinasi roda otomatis seimbang sempurna.
Ban dan velg merupakan dua komponen berbeda yang kemudian dipasang menjadi satu kesatuan roda. Masing-masing dapat memiliki variasi distribusi bobot. Itulah sebabnya balancing tetap diperlukan meskipun Anda menggunakan ban yang baru.
Pemberat yang dipasang saat balancing dapat bergeser atau terlepas pada kondisi tertentu. Jika ini terjadi, keseimbangan roda dapat berubah sehingga getaran kembali muncul.
Balancing ulang dapat digunakan untuk mengecek apakah roda masih sesuai dengan hasil penyetelan sebelumnya.
Pemasangan roda yang tidak tepat juga dapat memengaruhi putaran. Karena itu, teknisi perlu memastikan roda terpasang dengan benar dan baut roda dikencangkan sesuai prosedur.
Jika getaran muncul tepat setelah penggantian ban, pemeriksaan terhadap proses pemasangan menjadi langkah yang masuk akal.
Bagaimana jika balancing sudah dilakukan ulang tetapi getaran belum hilang? Artinya, ada kemungkinan sumber masalah berada pada komponen lain.
Tekanan udara yang tidak sesuai rekomendasi dapat memengaruhi karakter berkendara. Perbedaan tekanan antar ban juga dapat membuat respons kendaraan terasa tidak konsisten.
Periksa tekanan ketika ban dalam kondisi sesuai untuk pengukuran dan ikuti rekomendasi tekanan ban kendaraan.
Informasi tekanan yang dianjurkan biasanya dapat ditemukan pada label kendaraan atau buku manual.
Velg yang mengalami perubahan bentuk akibat benturan dengan lubang atau permukaan jalan dapat menyebabkan roda tidak berputar secara sempurna.
Dalam kondisi seperti ini, balancing mungkin dapat mendeteksi ketidakseimbangan, tetapi tidak selalu menyelesaikan sumber getaran apabila bentuk velg sudah mengalami masalah.
Meskipun ban masih baru, pemeriksaan fisik tetap diperlukan. Teknisi dapat mengecek apakah ban terpasang dengan benar pada velg dan berputar secara merata.
Jika terdapat kondisi tidak normal pada ban, getaran dapat tetap terasa meskipun roda sudah melalui proses balancing.
Getaran juga dapat berasal dari komponen suspensi atau kemudi yang sudah mengalami keausan.
Tie rod, ball joint, bearing roda, bushing, dan komponen kaki-kaki lainnya dapat memengaruhi kestabilan kendaraan. Pergantian ban terkadang membuat gejala yang sebelumnya kurang terasa menjadi lebih mudah dikenali.
Karena itu, apabila balancing tidak menyelesaikan masalah, pemeriksaan kaki-kaki dapat menjadi langkah berikutnya.
Pemeriksaan ban secara berkala tidak hanya dilakukan ketika muncul getaran. Anda juga perlu menjaga tekanan udara sesuai rekomendasi, memeriksa kondisi tapak, serta memperhatikan pola keausan setiap ban.
Balancing dapat dilakukan ketika dibutuhkan, misalnya setelah pemasangan ban baru atau ketika muncul gejala ketidakseimbangan roda. Pemeriksaan spooring juga dapat dilakukan jika terdapat indikasi perubahan pada geometri roda.
Selain itu, hindari benturan keras dengan lubang atau trotoar karena dapat memengaruhi ban, velg, maupun komponen kaki-kaki.
Mobil yang bergetar setelah penggantian ban mobil memang dapat menunjukkan roda membutuhkan balancing ulang. Terlebih jika getaran baru muncul setelah ban diganti dan semakin terasa pada rentang kecepatan tertentu.
Namun, balancing bukan satu-satunya kemungkinan. Tekanan ban, pemasangan roda, kondisi velg, bentuk ban, hingga komponen kaki-kaki juga perlu dipertimbangkan apabila getaran tidak kunjung hilang.
Pemeriksaan menyeluruh dapat membantu menemukan penyebab dengan lebih tepat sekaligus menghindari penggantian komponen yang sebenarnya masih berfungsi dengan baik.
Cari tahu lebih banyak tentang kendaraan, perawatan, layanan purnajual, dan bengkel resmi melalui website resmi Suzuki Auto.
Anda juga dapat membawa kendaraan ke bengkel resmi Suzuki untuk memeriksa kondisi ban, roda, dan komponen kaki-kaki agar kenyamanan berkendara tetap terjaga.
Referensi:
https://bengkelwiguna.com/blog/ban-mobil-getar-saat-ngebut-saatnya-balancing-ulang