Menggantung Kaki di Pedal Kopling, Efek Jangka Panjangnya
Sama seperti komponen lainnya, kopling juga memiliki batas usia pemakaian. Semakin sering digunakan, maka komponen ini juga akan semakin cepat aus. Selain itu, cara pemakaian pedal kopling juga sangat mempengaruhi awet dan tidaknya komponen tersebut.
Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan pemudi namun tanpa disadari mengurangi usia pakai kopling adalah kebiasaan menggantungkan kaki di pedal kopling. Kebiasaan ini sebaiknya dihindari bagi setiap pemilik mobil.
Lalu, apa dampak dari kebiasaan menggantungkan kaki di kopling dalam waktu lama? Berikut ulasan lengkapnya.
Kopling adalah komponen yang berfungsi untuk mendistribusikan tenaga dari mesin ke roda penggerak. Dengan adanya komponen ini, mobil Anda bisa melaju sesuai dengan kecepatan yang Anda inginkan.
Kopling bekerja bergesekan dengan kampas yang bisa aus jika sering digunakan. Kesalahan penggunaan kopling bukan hanya berdampak pada kopling saja, namun pada kampas serta komponen lainnya.
Berikut beberapa dampak buruk akibat sering menggantungkan kaki di kopling mobil Anda.
Release bearing adalah komponen sistem transmisi yang berfungsi untuk mendistribusikan tenaga menuju rumah kopling, meredam getaran, dan menekan pegas diafragma.
Komponen ini bisa cepat aus jika Anda terbiasa menggantungkan kaki pada kopling. Release bearing bisa lebih cepat aus karena komponen ini akan mendapat tekanan serta panas dalam waktu lama.
Keausan pada release bearing bisa menimbulkan suara bising, kopling menjadi berat, dan gangguan proses pemindahan gigi.
Selain menyebabkan release bearing cepat aus, kebiasaan menggantungkan kaki pada pedal kopling juga bisa menyebabkan kampas cepat aus. Hal ini bisa terjadi karena kopling harus bekerja lebih keras karena tekanan pada pedal secara terus menerus.
Ketika kopling bekerja keras, komponen ini bisa mengalami selip karena adanya perbedaan putaran antara kopling dan flywheel. Kondisi ini jika terjadi dalam waktu lama akan mengakibatkan kampas menjadi lebih cepat aus.
Kampas yang aus bisa ditandai dengan terciumnya bau terbakar saat Anda menekan pedal.
Bukan hanya menyebabkan keausan pada sejumlah komponen, kebiasaan menggantungkan kaki pada kopling juga bisa menyebabkan performa kendaraan Anda menurun. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Ketika Anda menginjak pedal kopling setengah-setengah dan menyebabkan kopling aus. Ketika komponen ini aus, maka perpindahan gigi akan akan sulit dilakukan dan akselerasi mobil lambat sehingga performa mobil Anda menjadi turun.
Gesekan berlebih pada kopling, bisa menyebabkan suhu pada kopling meningkat. Apabila gesekan terjadi secara terus menerus, maka overheating pun bisa terjadi. Overheating ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kopling.
Tidak hanya menyebabkan kerusakan permanen, gesekan pada kopling bisa menyebabkan efisiensi bahan bakar menurun. Hal ini dikarenakan mesin harus terus menerus bekerja mempertahankan tenaga.
Jadi, kebiasaan menggantungkan kaki pada kopling tidak hanya berdampak pada kerusakan komponen transmisi namun juga pengeluaran yang lebih banyak karena penurunan efisiensi bahan bakar.
Pada umumnya, penggantian kopling dilakukan setiap 50 ribu sampai 100 ribu kilometer. Apabila Anda harus mengganti kopling sebelum mencapai 80 ribu kilometer, maka bisa jadi Anda menggunakan kopling dengan cara yang salah.
Supaya kopling mobil Anda bisa awet, maka Anda perlu merawat kopling dengan menggunakannya dengan cara yang benar. Berikut beberapa cara menggunakan kopling dengan benar.
Setelah mengetahui dampak buruk menggantungkan kaki pada kopling, maka hentikan kebiasaan buruk ini. Sebagai gantinya, lepaskan atau angkat kaki dari kopling saat kopling tidak digunakan.
Kebiasaan ini akan mengurangi beban kopling dan usia pemakaian kopling pun menjadi lebih lama. Selain itu, pastikan untuk melepaskan pedal secara perlahan bukan dengan cara kasar.
Kebiasaan menginjak kopling sering terjadi ketika pengemudi terjebak macet. Saat terjebak macet, banyak pengemudi menggunakan gigi 1 dan menginjak kopling sambil menunggu kendaraan di depan bergerak.
Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena selain menyebabkan kopling aus juga bisa menyebabkan kaki pegal. Menetralkan transmisi saat macet lebih dianjurkan karena bisa mengurangi tekanan pada kopling sehingga kopling tidak cepat aus.
Kebiasaan menggantungkan kaki tidak hanya terjadi saat kondisi jalanan padat, namun juga ketika melewati jalanan menanjak. Banyak pengemudi yang memilih menginjak kopling saat menanjak untuk menahan laju kendaraan.
Padahal kebiasaan tersebut justru menyebabkan kopling menjadi lebih cepat aus. Selain itu, metode ini justru lebih berisiko menyebabkan mobil tidak kuat melewati jalanan menanjak.
Anda bisa mengganti kebiasaan buruk tersebut dengan memanfaatkan penggunaan rem tangan saat melintasi tanjakan.
Selain kebiasaan menggantungkan kaki, kebiasaan buruk menggunakan transmisi yang tidak sesuai dengan kecepatan juga bisa menyebabkan keausan pada kopling. Misalnya menggunakan gigi rendah pada kecepatan tinggi.
Hal tersebut menyebabkan gesekan berlebih pada kampas kopling. Sebaiknya gunakan gigi rendah pada kecepatan rendah, dan gunakan gigi tinggi saat Anda melaju dengan kecepatan tinggi.
Kerusakan pada kopling biasanya bisa berujung pada penggantian kopling. Kopling Anda perlu diganti apabila mengalami beberapa tanda-tanda seperti berikut ini.
Kampas kopling mobil habis biasanya ditandai dengan menurunnya akselerasi mobil. Penurunan akselerasi mobil bisa terjadi karena penyaluran tenaga dari mesin menuju roda penggerak tidak berjalan dengan baik.
Jika kecepatan mobil menjadi lebih lambat, maka sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi terdekat.
Apabila Anda mencium bau hangus atau terbakar ketika berkendara terutama ketika melewati jalanan menanjak, maka bisa jadi kampas kopling Anda sudah aus. Melakukan perpindahan gigi saat kampas aus akan menyebabkan gesekan tajam.
Gesekan yang tajam pada kampas yang aus inilah yang menyebabkan terciumnya bau seperti terbakar.
Ketika kampas aus, maka kopling menjadi lebih licin dari biasanya. Hal ini menyebabkan mesin harus berotasi lebih cepat yang mengakibatkan mesin menjadi lebih panas dari biasanya.
Kondisi ini tentu tidak boleh Anda biarkan dalam waktu lama karena bisa menyebabkan overheating yang bisa merusak mesin.
Kerusakan dan keausan pada komponen transmisi seperti kampas, release bearing, pegas kopling, sampai persneling bisa mengakibatkan munculnya suara berisik saat Anda melepas maupun menginjak pedal kopling.
Apabila Anda menjumpai berbagai tanda di atas, maka jangan ragu untuk membawa kendaraan Anda ke bengkel Auto.suzuki.co.id resmi terdekat. Teknisi akan melakukan pengecekan kondisi komponen transmisi seperti kampas dan penggantian kampas jika diperlukan.
Jadi, kebiasaan menggantungkan kaki pada pedal kopling adalah kebiasaan buruk yang harus dihindari jika ingin kopling Anda awet. Selain menggantungkan kaki, hindari juga menginjak setengah kopling dan menerjang banjir.