Masalah yang Terjadi saat Thermostat Mengalami Kerusakan
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa suhu mobil tetap stabil walau digunakan untuk berkendara? Inilah fungsi dari thermostat mobil.
Lebih detailnya thermostat berfungsi untuk mengatur sirkulasi atau aliran cairan pendingin mesin dari komponen radiator.
Dengan demikian suhu pun tetap ideal dan tidak mengalami overheat. Saat thermostat mengalami kerusakan maka masalah yang terjadi akan merepotkan. Apa saja dampak kerusakan tersebut?
Sebelum menuju pembahasan dampak kerusakan thermostat, Anda perlu memahami cara kerja thermostat dulu. Cara kerjanya sederhana, ketika kondisi mesin mobil sedang dingin, katup thermostat tertutup, dengan demikian air dingin tidak bersirkulasi.
Mesin pun bisa lebih cepat panas untuk mencapai suhu ideal. Biasanya 80-92 derajat celcius. Kemudian saat suhu air pendingin di dalam mesin melebihi suhu yang ideal, maka thermostat akan terbuka.
Cairan pendingin yang suhunya tinggi akan dialirkan dan didinginkan ke radiator. Pendinginan dilakukan bersama putaran udara dan bantuan kipas.
Secara sederhana, thermostat bekerja seperti katup yang mampu membuka dan menutup secara otomatis berdasarkan suhu pendingin. Sehingga suhu kerja di dalam mesin tetap ideal.
Kerusakan yang terjadi pada thermostat mobil tidak bisa diabaikan dan harus segera ditindak. Mengapa? Karena bisa menyebabkan kondisi-kondisi berikut ini:
Dampak pertama ini menjadi salah satu yang paling umum. Alasannya karena saat coolant tidak bisa bersirkulasi dengan baik, radiator pun tidak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal.
Kondisi tersebut akan menyebabkan suhu mesin meningkat secara terus menerus sampai melewati suhu ideal. Jika Anda biarkan, maka kondisi overheat bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin.
Dampak ini bisa terjadi karena thermostat mengalami macet secara terbuka. Akhirnya suhu kerja ideal pun tidak dapat dicapai.
Tandanya suhu mesin tetap dingin walaupun berjalan cukup lama. Selain itu mesin butuh waktu lama untuk panas terutama di pagi hari. Kadang mesin mengalami overheat karena sirkulasi coolant tidak terkontrol.
Anda akan melihat bahwa indikator suhu mengalami turun dan naik dengan tidak normal. Kemudian suhu air radiator juga tidak terkontrol dengan baik. Terutama saat thermostat sudah mengalami keausan.
Kondisi ini terjadi jika thermostat Anda mengalami kemacetan terbuka. Mesin akan susah mencapai suhu ideal karena cairan pendingin terus mengalir ke komponen radiator.
Akhirnya mesin tidak bisa bekerja secara efisien dan konsumsi bahan bakar pun lebih boros. Selain itu, kinerja mobil Anda ikut menurun.
Saat thermostat tidak bisa bekerja secara optimal, maka suhu dan tekanan akan meningkat di dalam mesin. Kondisi tersebut bisa menyebabkan gasket kepala silinder mengalami kerusakan.
Lalu saat gasket tersebut rusak, cairan pendingin akan bocor ke area ruang pembakaran atau tercampur oli. Dampaknya performa mesin akan turun secara keseluruhan.
Selain menyebabkan mesin overheat, thermostat yang rusak bisa menyebabkan overcooling. Dampak ini terjadi saat thermostat macet dalam kondisi terbuka.
Kondisi tersebut menyebabkan coolant mengalir ke radiator secara langsung walaupun mesin baru saja hidup. Akhirnya panas yang diciptakan mesin langsung dibuang oleh thermostat ke radiator sebelum suhu kerja ideal tercapai.
Mesin pun akan bekerja dalam temperatur rendah dari suhu ideal. Tanda overcooling bisa Anda lihat dari jarum indikator suhu yang susah naik ke posisi ideal.
Selain berisiko menyebabkan kerusakan pada gasket, kerusakan thermostat bisa merusak head cylinder. Ini terjadi saat thermostat rusak dalam posisi tertutup. Sirkulasi coolant ke radiator akan terhambat.
Akhirnya panas di dalam mesin tidak bisa dilepas. Apabila terjadi secara terus menerus, maka suhu panas ekstrem bisa menyebabkan head cylinder melengkung atau retak. Kerusakan tersebut tergolong serius.
Oli yang harus bekerja pada suhu yang terlalu tinggi bisa lebih cepat mengalami penurunan kualitas.
Akhirnya kemampuan pelumasannya pun berkurang dan komponen mesin mengalami keausan lebih cepat. Dalam jangka panjang, umur mesin mobil Anda menjadi pendek.
Saat thermostat terbuka secara terus menerus dan mesin mobil beroperasi pada suhu dingin, maka proses pembakaran BBM tidak bisa terjadi secara sempurna.
Emisi gas buang pun akan meningkat karena pembakaran yang tidak efisien bisa menghasilkan gas berbahaya dan karbon lebih banyak.
Peningkatan emisi akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan memengaruhi komponen seperti filter udara serta knalpot.
Walaupun thermostat tampak kecil, perannya sangat besar dalam sistem pendingin. Saat komponen tersebut mengalami kerusakan, maka sistem pun menjadi tidak seimbang.
Akhirnya water pump, radiator mobil, sampai kipas pendingin bekerja lebih keras dari biasanya. Dampaknya, bisa menyebabkan kerusakan berantai jika anda tidak segera menanganinya.
Untuk mencegah terjadinya dampak kerusakan seperti di atas, penting untuk memahami tanda-tanda kerusakan agar Anda bisa segera mengambil tindakan. Berikut beberapa tandanya:
Kondisi ini disebut juga overheat. Selain sebagai dampak, overheat juga menjadi tanda paling umum kerusakan thermostat.
Hal ini terjadi karena thermostat macet dalam posisi tertutup sehingga cairan pendingin tidak bisa mengalir ke radiator. Panas mesin pun tidak bisa dibuang dengan baik dan suhu mesin terus meningkat.
Sementara itu saat thermostat macet dalam posisi terbuka, suhu mesin akan terlalu dingin. Akhirnya butuh waktu lama untuk mencapai suhu kerja ideal.
Thermostat yang rusak juga menyebabkan suhu mesin naik turun secara tidak normal. Jarum indikator suhu di panel instrumen bisa naik secara tiba-tiba lalu turun kembali.
Kondisi ini terjadi karena thermostat tidak bisa membuka dan menutup sesuai kebutuhan. Sehingga aliran coolant menjadi tidak stabil.
Jika Anda melihat cairan pendingin menetes di sekitar area thermostat atau di bawah mobil, bisa jadi thermostat mengalami kerusakan.
Kebocoran ini bisa mengurangi jumlah coolant sehingga kemampuan sistem pendingin dalam menjaga suhu mesin menjadi berkurang.
Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab karena kebocoran bisa terjadi karena kerusakan komponen lain seperti selang radiator, water pump, dan radiator.
Thermostat yang mengalami masalah bisa menimbulkan suara aneh di ruang mesin. Seperti suara bergemuruh, ketukan, atau bunyi seperti air mendidih.
Kondisi ini biasanya terjadi karena cairan pendingin mendidih akibat suhu mesin terlalu tinggi atau aliran coolant yang terhambat.
Jika suara tersebut muncul secara bersamaan dengan indikator suhu yang naik, segera lakukan pemeriksaan sistem pendingin untuk mencegah kerusakan mesin yang lebih parah.
Membiarkan thermostat rusak akan menimbulkan banyak kerugian. Oleh karena itu pastikan Anda memahami tanda-tanda kerusakan pada thermostat dan segera bawa ke bengkel jika terjadi masalah.
Tindakan sesegera mungkin akan mengurangi biaya perbaikan. Kunjungi https://auto.suzuki.co.id/ untuk informasi booking service.
Referensi:
https://garasi.id/artikel/mengenal-thermostat-mobil-fungsi-dan-juga-jenis/60d00a353379d42aa43fa9b2
https://auto.suzuki.co.id/pages/apakah-thermostat-rusak-bisa-mempengaruhi-kinerja-radiator-mobil
https://www.idolz.com/en/5-thermostat-failure-symptoms-and-how-to-avoid-them/