Kesalahan Menggunakan Tombol Start-Stop Engine yang Sering Tidak Disadari Pengemudi

Kesalahan Menggunakan Tombol Start-Stop Engine yang Sering Tidak Disadari Pengemudi

Kesalahan Menggunakan Tombol Start-Stop Engine yang Sering Tidak Disadari Pengemudi

Start-stop engine menjadi salah satu fitur standar pada mobil masa kini. Fitur tersebut menggantikan lubang kunci kontak dengan sistem yang praktis dan pintar. 

Sehingga Anda dapat menyalakan dan mematikan mesin mobil tanpa menggunakan kunci atau keyless. Fitur tersebut memungkinkan Anda hanya menekan satu tombol untuk menyalakan dan mematikan mesin mobil. 

Walaupun praktis, ternyata masih terdapat kesalahan penggunaan yang tidak disadari oleh pengemudi mobil. Apa saja kesalahan penggunaan fitur start-stop engine yang dimaksud? Anda akan mendapatkan informasinya pada artikel ini. 

Cara Kerja Start-Stop Engine Mobil

Sebelum membahas kesalahan penggunaan, mari memahami cara kerja fitur start-stop engine terlebih dahulu. Jadi sistem tersebut bekerja menggunakan sinyal dari smart key atau remote. Kunci pintar harus berada di dalam mobil atau di area yang terjangkau. 

Sistem akan mendeteksi mobil saat berhenti dan mematikan mesin secara otomatis. Mesin akan kembali menyala ketika Anda menekan komponen throttle. 

Selain praktis, teknologi ini juga ramah lingkungan karena bisa mengurangi jumlah polusi. Terutama emisi yang dilepaskan oleh mobil saat berada di kemacetan. 

Kesalahan-Kesalahan Penggunaan Tombol Start-Stop Engine 

Tahukah Anda bahwa tombol start-stop engine tidak hanya untuk meningkatkan tampilan yang lebih modern dan kepraktisan dalam penggunaan mobil, tetapi juga menjadi suatu sistem yang terintegrasi dengan keamanan elektronik tingkat tinggi. 

Maka dari itu penggunaannya juga harus diperhatikan. Meminimalkan penggunaan yang salah juga memberikan manfaat fitur start-stop engine secara maksimal. Berikut beberapa kesalahan yang tanpa sadar masih dilakukan:

  1. Mematikan Fitur Start-Stop Secara Terus Menerus 

Dalam tindakan ini Anda mematikan start-stop engine tanpa alasan. Tidak sedikit pengemudi yang langsung menonaktifkan fitur start-stop engine setiap kali berkendara karena merasa terganggu. 

Padahal, fitur ini dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi saat mobil berhenti di lampu merah atau kemacetan. Penggunaan sesuai desain pabrikan justru memberikan manfaat efisiensi bahan bakar. 

  1. Mengira Start-Stop Engine Membuat Mesin Cepat Rusak

Banyak yang mengira bahwa mesin akan cepat rusak karena sering mati dan hidup kembali saat menggunakan fitur start-stop engine. Padahal, anggapan tersebut tidak benar. 

Fitur start-stop baru akan bekerja saat mesin mobil sudah mencapai suhu kerja yang ideal. Artinya, mesin tidak akan mati saat kondisinya masih dingin sehingga pelumas sudah bekerja dengan baik untuk melindungi komponen mesin. 

Saat mobil berhenti sebentar, misalnya di lampu merah atau macet sekitar satu menit, suhu oli mesin masih tetap hangat sehingga pelumas tetap bekerja dengan baik. 

Jika mobil berhenti lebih lama, sistem akan menyalakan mesin secara otomatis sebelum suhu oli turun terlalu rendah. Dengan begitu, perlindungan terhadap mesin tetap terjaga. 

Selain itu, mesin modern dirancang agar sebagian oli tetap berada di dalam mesin walaupun mesin mati. Saat mesin menyala kembali, komponen mesin masih mendapatkan pelumasan sehingga risiko keausan dapat dikurangi. 

  1. Menggunakan Aki Tidak Sesuai Spesifikasi

Mobil dengan fitur start-stop engine umumnya menggunakan AGM (Absorbent Glass Mat) atau Enhanced Flooded Battery (EFB). 

Mengganti dengan aki konvensional demi menghemat biaya merupakan kesalahan karena bisa menurunkan performa sistem dan memperpendek usia aki. 

  1. Mengabaikan Kondisi Aki

Karena fitur start-stop engine sangat bergantung pada kondisi aki, maka membiarkan aki yang sudah mulai lemah tanpa pemeriksaan berkala bukan tindakan yang bijak. 

Alasannya karena kondisi tersebut menyebabkan sistem tidak bisa bekerja secara optimal atau muncul indikator peringatan di dashboard mobil Anda.

  1. Menekan Tombol Start-Stop Engine Berulang Kali

Saat menyalakan mobil Anda tidak disarankan untuk menekan tombol start-stop engine berulang kali atau terlalu lama saat mesin belum menyala. Kebiasaan tersebut akan mengganggu proses starting dan berpotensi membebani sistem kelistrikan. 

  1. Memaksa Menggunakan Fitur Saat Bermasalah

Apabila muncul indikator start-stop system fault, aki mulai lemah, atau terdapat masalah pada sensor, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan di bengkel.

Memaksakan penggunaan bisa menyebabkan sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Langkah untuk Menghidupkan Mobil dengan Start-Stop Engine 

Ada beberapa langkah untuk memanfaatkan start-stop engine agar mobil bisa menyala. Berikut langkah yang dimaksud:

  1. Masuk ke Mobil

Pada langkah pertama ini, pastikan Anda juga membawa kunci. Ini karena fitur start-stop engine membutuhkan key fob di area dalam mobil agar sistem bisa mengenalinya. 

Anda bisa membawa key fob di tas atau kantong ketika berada di dalam mobil. 

  1. Memperhatikan Lampu Indikator 

Langkah kedua, jangan langsung menyalakan mesin mobil. Perhatikan lampu indikator di area dalam speedometer. Pastikan semua berjalan secara normal dan tidak ada indikasi masalah. 

Adanya masalah ditandai dengan lampu indikator yang berkedip. Apabila Anda sudah yakin tidak ada peringatan, artinya Anda bisa menggunakan mobil tersebut. 

  1. Memposisikan Tuas Transmisi dengan Tepat 

Antara mobil transmisi manual dengan matic memiliki posisi tuas transmisi yang berbeda. Pada mobil manual, tuas transmisi perlu Anda posisikan pada gigi netral. Tujuannya agar mobil Anda tidak loncat saat dinyalakan. 

Kemudian untuk transmisi otomatis atau matic, posisikan tuas transmisi pada P atau Parking. Tujuannya sama yakni mencegah mobil loncat maju atau mundur. 

Namun pada mobil keluaran terbaru, mobil tidak bisa menyala apabila tuas transmisi belum berada di posisi P. 

  1. Menginjak Pedal 

Selanjutnya menginjak pedal mobil. Untuk mobil transmisi otomatis atau matic, Anda harus menekan pedal rem. Lakukan tindakan tersebut sebelum Anda menekan tombol start-stop engine. 

Kemudian bagi Anda yang menggunakan mobil transmisi manual, bisa menginjak pedal kopling. 

Walaupun pedal yang diinjak berbeda, tetapi semuanya mempunyai alasan yang sama dengan posisi tuas transmisi yaitu mencegah mobil Anda melompat ketika dinyalakan. 

  1. Menekan Tombol Start-Stop Engine 

Ketika semua tahapan di atas sudah Anda lakukan, maka saatnya untuk menyalakan mesin menggunakan tombol start-stop engine yang umumnya berada di bagian samping speedometer. 

  1. Jangan Langsung Menjalankan Mobil

Terakhir, hindari langsung menjalankan mobil Anda. Biarkan mesin mobil bekerja dulu selama beberapa menit.

Tindakan tersebut untuk memastikan bahwa semua pelumas di dalam mesin dapat bekerja secara maksimal. Ini berlaku untuk mobil otomatis maupun manual. 

Fungsi Start-Stop Engine untuk Pengguna 

Apabila Anda bisa memanfaatkan start-stop engine dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan beberapa fungsi berikut:

  1. Memudahkan Anda dalam menyalakan dan mematikan mesin

  2. Membuat proses berkendara lebih praktis

  3. Meningkatkan keamanan kendaraan dengan sistem smart key dan immobilizer

  4. Mengurangi kerusakan pada lubang kunci 

  5. Mendukung fitur keselamatan karena mesin hanya bisa menyala jika pedal rem atau kopling diinjak

  6. Mendukung efisiensi bahan bakar pada mobil dengan Idling Stop System

Menggunakan fitur start-stop engine dengan tepat akan memberikan Anda banyak manfaat praktis hingga keamanan. Untuk itu pastikan Anda memahami cara penggunaannya sehingga mengurangi terjadinya kesalahan yang merugikan. 

Penggunaan yang tepat juga akan menjaga performa mobil Anda. Dapatkan berbagai informasi terkait penggunaan fitur canggih mobil lainnya hanya di https://auto.suzuki.co.id/


Sumber Gambar:

Erik Mclean - https://www.pexels.com/id-id/foto/mobil-kendaraan-teknologi-kemewahan-5688466/


Referensi:

https://www.tempo.co/otomotif/cara-menghidupkan-mobil-dengan-tombol-start-stop-yang-mudah-49350 

https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20220310151130-584-769547/cara-menghidupkan-mobil-dengan-tombol-start-stop/2 

https://www.deltalube.com/pahami-cara-kerja-tombol-start-stop-mobil-modern/#gsc.tab=0 

https://wuling.id/id/blog/autotips/fitur-start-stop-engine-mobil-apa-fungsi-dan-kelebihannya 

https://www.rac.co.uk/drive/advice/emissions/stop-start-engines-common-myths-busted/ 

https://auto.suzuki.co.id/pages/apakah-sistem-start-stop-engine-bisa-merusak-aki-mobil?