Kenapa Selang Rem Mobil Bisa Retak atau Bocor? Apa Risikonya?

Kenapa Selang Rem Mobil Bisa Retak atau Bocor? Apa Risikonya?

Kenapa Selang Rem Mobil Bisa Retak atau Bocor? Apa Risikonya?

Familier dengan selang rem? Komponen tersebut merupakan penghubung bagi pedal rem dengan proses pengereman. Secara umum, fungsinya sebagai penyalur tekanan hidrolik yang berasal dari master silinder ke kaliper rem. 

Kerusakan pada selang rem seperti kebocoran dan keretakan bukan perkara yang bisa dibiarkan. Dampaknya berbahaya bagi keselamatan Anda. Ada beberapa penyebab selang rem mobil mengalami kerusakan. Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasinya. 

Penyebab Selang Rem Mobil Retak dan Bocor 

Kerusakan pada selang rem ini bisa disebabkan karena tekanan yang tinggi, usia pakai, hingga panas yang berlebihan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  1. Penuaan Material atau Usia Pakai 

Selang rem umumnya terbuat dari karet khusus. Namun seiring berjalannya waktu, karet tersebut bisa getas, mengeras, lalu menimbulkan retakan kecil. 

  1. Paparan Panas yang Berlebihan 

Posisi selang rem berada di dekat roda dan sistem pengereman. Posisi tersebut menyebabkan selang rem sering terpapar panas. Untuk Anda ketahui, paparan panas yang terjadi secara terus menerus bisa menyebabkan kerusakan lebih cepat. 

  1. Adanya Tekanan yang Tinggi di dalam Sistem 

Tiap kali tuas rem ditarik, cairan akan memberikan tekanan yang besar ke area dinding bagian dalam selang rem. Kondisi dinding selang yang sudah tua akan memuai ketika rem Anda tekan. 

Kondisi tersebut menyebabkan rem terasa lebih empuk. Alasannya karena tenaga tidak bisa tersalurkan sepenuhnya ke komponen kaliper. 

Penggunaan yang ekstrem di turunan tajam dan panjang bisa meningkatkan suhu dan juga tekanan. Sehingga kebocoran bisa terjadi. 

  1. Kualitas Cairan Rem yang Buruk atau Jarang Diganti 

Cairan rem mobil yang sudah kotor atau mengandung air bisa menyebabkan korosi dari dalam. Sehingga lapisan selang rem akan rusak. 

Minyak rem sendiri memiliki sifat menyerap air. Saat minyak rem Anda jarang ganti, maka kandungan air di area dalam akan meningkat. 

Kemudian, minyak rem yang sudah basi akan berubah menjadi sludge atau lumpur. Sludge tersebut akan menyumbat aliran dan merusak area dinding dalam selang rem. 

  1. Gesekan atau Benturan 

Selang rem bisa mengalami gesekan dengan komponen lain atau terkena kerikil terutama jika pemasangan yang dilakukan kurang tepat. 

  1. Pemasangan atau Modifikasi yang Tidak Tepat

Selang rem yang tertekuk, terlalu tegang, atau tidak sesuai spesifikasi lebih cepat mengalami kerusakan. 

Ciri-Ciri Keretakan atau Kebocoran pada Selang Rem 

Agar Anda bisa menangani kondisi kerusakan selang rem lebih awal, Anda bisa memahami berbagai ciri berikut:

  1. Karet Selang Rem Terlihat Retak 

Tanda pertama bisa Anda lihat melalui kondisi fisik dari karet selang rem itu sendiri. Akan ada pecah-pecah pada karet. 

Apabila bagian karet luar yang membungkus selang rem sudah pecah, maka Anda akan melihat area anyaman benang nilon khusus sebelum ke bagian selang rem utama. 

Apabila benang nilon tersebut putus, maka kerusakan sudah berubah sangat parah. Kondisi tersebut akan menyebabkan rem ikut bermasalah dan muncul tanda-tanda blong. 

  1. Selang Rem Mengalami Kebocoran 

Tanda selanjutnya, selang rem mengalami kebocoran. Untuk mengetahui kondisi tersebut, Anda perlu menekan dan meraba pipa rem mobil. Jika ada kebocoran, biasanya minyak rem akan keluar. 

  1. Rem Mobil Tidak Bekerja 

Saat Anda menggunakan rem tetapi tidak dapat bekerja, maka bisa dipertimbangkan bahwa selang rem mengalami kerusakan. 

Ketika diinjak, pedal rem bisa terasa ringan bahkan jika kerusakan parah terjadi pada pipa rem, maka bisa menyebabkan pedal rem mobil tidak bisa berfungsi karena tekanannya terlalu rendah. 

Bahaya Membiarkan Selang Rem Rusak 

Selang rem yang bocor atau retak bukan kerusakan kecil. Anda harus segera melakukan tindakan agar tidak menimbulkan beberapa bahaya berikut:

  1. Mengalami Rem Blong 

Bahaya pertama ini sangat mengerikan. Saat selang rem bocor, minyak rem akan keluar secara perlahan dari sistem. 

Sehingga tekanan hidrolik akan menurun secara signifikan. Sementara itu tekanan hidrolik menjadi tenaga utama agar piston rem bergerak untuk menjepit tromol atau cakram. 

Tanpa adanya tekanan cukup, maka keseluruhan sistem pengereman berubah menjadi tidak efektif. Pedal rem pun lemas dan Anda harus menginjak pedal dalam agar bisa mendapatkan daya pengereman yang Anda inginkan. 

Pada kondisi lebih parah, pedal rem akan berubah menjadi sangat lunak hingga tidak bisa memberikan resistensi sama sekali. 

Kondisi ini disebut dengan rem blong, yaitu situasi saat sistem pengereman tidak merespons sama sekali walaupun Anda sudah mengunjak pedal sekuat mungkin. 

  1. Komponen Lain Ikut Rusak 

Tekanan hidrolik yang statusnya tidak stabil karena selang rem sudah bocor bisa menyebabkan kaliper rem atau master silinder cepat mengalami keausan. 

Kedua komponen tersebut harus kerja keras untuk bisa mengkompensasi tekanan yang sudah hilang. Itulah mengapa usia pakainya menjadi pendek. 

  1. Performa Pengereman Menurun 

Saat selang rem mobil Anda rusak, maka sistem rem juga berdampak secara signifikan. Masalah yang muncul misalnya tekanan hidrolik yang berkurang. 

Dalam kondisi yang normal, tekanan hidrolik dari injakan pedal rem bisa tersalur secara penuh lewat selang rem ke kaliper rem. Namun saat selang rem mengalami kebocoran, maka sebagian tekanan terbuang. 

Sehingga tekanan yang dibawa ke kaliper rem tidak maksimal. Efeknya, responsivitas sistem pengereman akan menurun. 

Anda akan merasa bahwa pedal rem menjadi lunak dan harus diinjak lebih dalam lagi agar bisa mendapatkan daya pengereman seperti injakan ringan. 

  1. Risiko Terjadinya Kecelakaan 

Dampak berbahaya ini menjadi akumulasi dari berbagai dampak di atas. Terutama saat Anda harus berkendara dalam kecepatan tinggi atau jalanan yang licin. Pengereman yang terjadi secara tidak optimal bisa menyebabkan dampak yang fatal. 

Perawatan Selang Rem Agar Lebih Awet

Kebocoran dan kerusakan selang rem bisa dihindari dengan cara melakukan beberapa perawatan berikut:

  1. Pemeriksaan Rutin

Perawatan diawali dengan pemeriksaan selang rem secara rutin. Pengecekan ini akan menghindari terjadinya retak, bocor, rusak, atau aus yang lebih parah. 

Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin setelah menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 kilometer. 

  1. Mengganti Cairan Rem 

Cairan rem yang sudah kotor atau menyerap air, bisa merusak bagian dalam selang. Maka dari itu Anda harus mengganti cairannya secara rutin. Cek buku manual untuk mengetahui kapan mobil Anda perlu ganti cairan rem. 

  1. Hindari Overheat pada Sistem Rem 

Panas yang berlebihan akan menyebabkan selang rem cepat getas. Untuk mencegahnya jangan sering melakukan pengereman mendadak kecuali kondisi darurat. 

  1. Pemasangan Selang Rem Sudah Benar 

Selang rem tidak boleh dalam keadaan tertekuk tajam, ketarik saat roda belok secara penuh, dan bergesekkan dengan komponen lain. 

Kalau Anda pernah bongkar kaki-kaki atau mengganti velg/shock, maka wajib melakukan pengecekkan ulang. 

Selang rem memang bukan seperti komponen yang terlihat bekerja. Namun ternyata perannya sangat krusial. 

Maka dari itu kondisinya harus dijaga dengan baik. Keretakan dan kebocoran bukan masalah sepele. Segera hubungi http://auto.suzuki.co.id/ untuk melakukan perbaikan selang rem jika bermasalah.