Kenapa Kampas Rem Mobil Cepat Habis? Apa Penyebab Utamanya?
Dalam sistem pengereman terdapat komponen bernama kampas rem. Fungsi dari komponen tersebut antara lain untuk mempermudah sistem pengereman, mengatur kecepatan ban mobil, dan membantu Anda untuk melewati medan yang sulit.
Kampas rem memang diformulasikan untuk awet atau tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu, kampas rem bisa mengalami keausan.
Tidak jarang kampas rem justru lebih cepat habis dari biasanya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Apa saja? Berikut informasinya untuk Anda.
Biasanya kampas rem yang habis lebih cepat disebabkan oleh pengereman mendadak, beban berlebihan, dan kualitas kampas yang jelek. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:
Penyebab pertama adalah berkaitan dengan bagaimana Anda melakukan pengereman. Jika Anda melakukan pengereman dengan perlahan, maka kerja rem akan berkurang sehingga kampas rem menjadi lebih awet.
Misalnya saat macet, Anda mungkin cenderung melakukan akselerasi dan menginjak rem. Tindakan tersebut bisa menyebabkan kampas rem lebih cepat habis.
Sementara itu, pada mobil dengan transmisi otomatis, menginjak gas dan rem secara bersama-sama dapat membebani kerja dari rem. Sehingga kampas rem juga menjadi cepat aus.
Kebiasaan satu ini juga dapat menyebabkan keausan kampas rem terjadi lebih cepat. Beban yang melebihi kapasitas bisa memaksa sistem pengereman bekerja dua kali lebih keras untuk bisa menghentikan laju kendaraan.
Kondisi tersebut kemudian menyebabkan suhu pada kampas rem meningkat dan umur pakainya pun berkurang.
Maka dari itu, pastikan Anda selalu memberikan perhatian terhadap kapasitas muatan yang akan Anda bawa. Sehingga tetap berada di batas aman.
Kualitas kampas rem yang tidak bagus ternyata berpengaruh terhadap keawetannya. Ini karena Anda tidak mengetahui kualitas bahan yang digunakan untuk membuat kampas rem.
Maka dari itu sebaiknya Anda menggunakan spare part orisinil atau asli.
Penyebab keempat ini menjadi salah satu kesalahan paling umum. Biasanya pengemudi akan menginjak rem secara terus menerus tanpa memanfaatkan engine brake.
Tindakan tersebut akan menyebabkan suhu cakram dan kampas rem menjadi sangat panas. Suhu tinggi tersebut akan mempercepat terjadinya keausan pada kampas rem. Bahkan akibat fatal lainnya bisa menyebabkan rem blong.
Maka dari itu Anda sebaiknya menggunakan gigi rendah ketika harus menuruni jalan menanjak. Sehingga laju mobil menjadi lebih lambat secara alami.
Perawatan yang kurang pada kampas rem akan memengaruhi umurnya. Itulah mengapa Anda harus melakukan pengecekan pada komponen rem secara teratur. Misalnya cek kondisi minyak rem dan levelnya.
Memahami tanda-tanda keausan pada kampas rem menjadi penting agar Anda aware dengan kondisi mobil. Berikut beberapa tanda yang harus Anda perhatikan:
Getaran tersebut muncul saat Anda menginjak pedal rem. Penyebabnya adalah permukaan kampas rem yang aus dan tidak rata. Sehingga piringan cakram tidak bisa mencengkram dengan baik.
Akhirnya getaran pun muncul di pedal. Pada beberapa kasus, getaran tersebut bisa terasa hingga kemudi.
Tanda kedua adalah munculnya suara saat Anda melakukan pengereman. Suara tersebut tidak bisa diabaikan. Biasanya bunyi yang muncul seperti berdecit.
Suara akan terdengar saat Anda menginjak pedal rem. Kondisi tersebut terjadi karena besi yang ada pada cakram rem sudah tidak dilapisi kampas rem dengan sempurna. Akibatnya, gesekan logam besi memunculkan suara berdecit.
Apabila Anda merasa saat menginjak pedal rem harus lebih dalam, maka bisa menjadi tanda kampas rem sudah aus. Terutama di sistem rem tromol pada roda bagian belakang. Rem tromol sendiri mempunyai pegas pengembali.
Dengan demikian piston bisa kembali ke posisi awal walaupun bergerak lebih jauh. Namun ketika kampas rem aus, maka piston membutuhkan dorongan lebih jauh agar bisa menghasilkan tekanan yang sama.
Kondisi ini menyebabkan injakan pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya.
Pengurangan level minyak rem ini terjadi tanpa adanya kebocoran. Saat kampas rem aus, piston rem akan terdorong jauh keluar untuk bisa menekan cakram.
Kondisi tersebut akan menambah ruang pada sistem hidrolik yang ada di dalam kaliper. Sehingga level minyak rem bisa menurun. Jika demikian, maka Anda mungkin perlu melakukan penggantian kampas rem.
Tanda kampas rem sudah habis lainnya adalah menurunnya efektivitas pengereman. Ketika kampas rem aus, tekanan yang diberikan kepada piringan rem menjadi tidak rata. Sehingga luas bidang gesek juga berkurang.
Kondisi tersebut akan menyebabkan daya pengereman menurun walaupun pedal rem sudah Anda injak dengan kuat. Tentunya Anda tidak bisa membiarkan kondisi ini karena sangat berisiko, terutama ketika Anda harus melaju dengan cepat.
Perawatan yang tepat dan bijak dalam penggunaan menjadi dua faktor yang memungkinkan kampas rem lebih awet. Apa saja yang perlu dilakukan?
Perawatan pertama bisa Anda lakukan secara rutin. Cukup memeriksa bagian kampas rem. Kemudian lihat apakah ada tanda-tanda keausan. Apabila iya, maka segera lakukan penggantian agar bagian lain tidak ikut rusak.
Ketika Anda harus berkendara di jalanan menurun, maka sebaiknya menggunakan downshift atau rem mesin.
Gunanya agar membantu mengurangi laju mobil. Tindakan ini akan membantu Anda mengurangi ketergantungan terhadap rem dan meminimalisir keausan pada kampas rem.
Jangan mengemudi dengan agresif. Sebaiknya Anda mengemudi dengan bijak. Kemudian terkait pengereman, lakukan secara terencana dan halus. Sehingga usia kampas rem pun bisa lebih panjang.
Pastikan Anda membawa beban sesuai dengan kapasitas kendaraan. Untuk mengetahuinya, Anda bisa melakukan pengecekan di buku manual mobil.
Kotoran dan debu bisa mengurangi efektifitas pengereman. Maka dari itu sebaiknya Anda melakukan pembersihkan secara rutin agar memastikan kinerja rem tetap optimal.
Jarak yang aman akan membantu Anda untuk melakukan antisipasi pada kondisi jalan. Dengan demikian Anda tidak perlu melakukan pengereman mendadak lebih sering. Ingat, tindakan tersebut bisa menyebabkan rem Anda cepat aus.
Kampas rem mobil yang cepat aus disebabkan oleh beberapa faktor. Banyak diantaranya karena cara pengemudi berkendara.
Maka dari itu, jika Anda ingin kampas rem lebih awet, maka Anda harus berkendara dengan bijak dan aman. Selain itu, agar semakin awet, pastikan Anda melakukan perawatan dengan tepat.
Tanda-tanda keausan pada kampas mobil juga harus Anda pahami agar tidak mengancam keamanan Anda maupun pengguna jalan lainnya. Dapatkan berbagai tips keamanan berkendara tersebut dalam halaman http://auto.suzuki.co.id/.