Kebiasaan Menginjak Rem Setengah-Setengah dan Dampaknya pada Rem Mobil

Kebiasaan Menginjak Rem Setengah-Setengah dan Dampaknya pada Rem Mobil

Kebiasaan Menginjak Rem Setengah-Setengah dan Dampaknya pada Rem Mobil

Anda yang biasa mengemudi mobil transmisi manual, mungkin tidak sadar kalau menginjak rem mobil secara setengah-setengah adalah kebiasaan salah yang bisa berdampak buruk bagi mesin. 

Perlu diketahui kalau mengerem setengah-setengah ini maksudnya adalah memposisikan pedal kopling dalam posisi menggantung, yang mana pengemudi tidak menginjaknya hingga mentok menyentuh lantai. 

Aslinya, kondisi posisi rem setengah ini hanya boleh dilakukan ketika Anda menjalankan mobil di awal atau ketika terjebak macet. Sebab, rem kopling wajib untuk langsung dilepas begitu mobil sudah jalan stabil agar tidak terlalu lama terkena gesekan. 

Bila dibiarkan ini bisa berdampak buruk bagi kendaraan. Nah, ingin tahu dampaknya apa saja? Simak ulasan ini!

Dampak dari Menginjak Rem Mobil Setengah-Setengah

Saat Anda terbiasa menginjak rem setengah-setengah, dampaknya adalah kampas rem akan lebih cepat aus. Sebab, rem terlalu sering bergesekan dengan lantai. 

Selain kampas rem aus, beberapa dampak lainnya adalah: 

  1. Rem Mobil Mengalami Overheat 

Pada dasarnya, ketika Anda melakukan pengereman, sistem akan mengubah energi gerak ke energi panas melalui gesekan yang terjadi antara kampas rem dengan tromol/piringan. Saat itulah, kendaraan akan melambat maupun berhenti total. 

Bila proses pengereman ini dilakukan secara terus menerus, panas yang berlebihan akan muncul. Akibatnya, cakram rem akan mengalami pemuaian yang membuat komponen lain pada rem juga ikut panas. 

  1. Masa Pakai Kampas Rem Lebih Singkat

Pengemudi yang terus mengerem secara setengah-setengah akan membuat kampas bekerja terlalu ekstra keras. Akibatnya, umurnya pun akan lebih pendek daripada penggunaan normal. 

Kampas menjadi lebih tipis dan cepat aus. Bila kampas sudah aus, kendaraan akan kehilangan tenaga dan performanya. Mesin mobil pun tidak akan selincah sebelumnya ketika melakukan pengereman. 

Akhirnya, satu-satu solusi yang bisa dilakukan hanyalah mengganti kampas rem dengan komponen baru. 

  1. Rem Kendaraan Blong 

Begitu rem mobil mengalami overheat dan kampas sudah menipis, daya cengkeram komponen rem pun sudah tidak ada lagi. Akibatnya, rem akan blong dan ini bisa membahayakan Anda, terutama saat melewati jalanan yang menurun. 

  1. Rem akan Bergetar Tiap Kali Diinjak

Saat Anda melakukan pengereman setengah-setengah, bagian permukaan komponen cakram juga akan terkena imbasnya. Bentuk permukaannya menjadi tidak lagi halus dan rata. Akibatnya, rem akan terasa bergetar tiap kali Anda menginjaknya. 

Bila dibiarkan, cakram pun akan berumur lebih pendek dan tidak lagi bisa dipakai. Rem pun bisa rusak parah nantinya. Bahkan, bisa merembet ke komponen lainnya, hingga ke bagian ban. 

Tanda-Tanda Jika Rem Mulai Aus

Dari kebiasaan menginjak rem mobil secara setengah-setengah inilah yang membuat dayanya menurun. Namun, sebelum komponen rem ini habis masa pakainya dan membahayakan Anda, pastikan untuk mengenali tanda-tanda saat rem mulai aus. Inilah tanda-tandanya:

  1. Rem Berdecit saat Diinjak

Ketika menginjak pedal rem, Anda mungkin pernah mendengar suara decitan yang berisik. Hal itu dikarenakan bantalan rem sudah aus. 

Ingatlah, bantalan rem ini memiliki fungsi untuk menekan bagian cakram saat proses pengereman terjadi. Begitu bantalan ini menipis, gesekan antar logam pada komponen rem inilah yang akan menimbulkan suara decitan. 

Suaranya cukup keras dan berisik, jadi Anda pasti akan langsung tahu kalau usia rem sudah tidak lama lagi. 

  1. Terasa Getaran Tiap Kali Menginjak Rem

Ingat dengan risiko ketika Anda sering menginjak pedal rem secara setengah-setengah? Benar. Risiko tersebut adalah rem bergetar saat permukaan komponen cakram mulai aus. 

Nah, tiap kali cakram yang mulai aus ini bergesekan dengan bantalan rem, menimbulkan getaran kasar yang dapat Anda rasakan. 

  1. Pedal Menjadi Empuk

Saat Anda merasakan pedal rem mobil menjadi begitu empuk diinjak, saat itulah Anda harus mulai waspada dan mengecek keseluruhan komponen rem. 

Pasalnya, pedal empuk ini menjadi tanda jika ada udara di dalam sistem pengereman. Udara ini bisa mengurangi daya tekan yang Anda terapkan pada pedal rem. Alhasil, rem tidak lagi responsif. Bila dibiarkan, bisa membahayakan pengemudi maupun penumpang. 

  1. Pedal Mulai Terasa Berat

Bukan hanya pedal ‘empuk’ saja yang berbahaya, tapi pedal yang mulai ‘berat’ juga membahayakan bagi Anda dan penumpang. 

Pasalnya, pedal yang berat tiap kali diinjak menunjukkan jika ada masalah pada bagian booster pengereman maupun adanya kebocoran pada sistem pengereman hidrolik. 

Booster pada rem memiliki peranan untuk menambah daya saat pedal diinjak sehingga Anda hanya cukup menginjak sedikit saja, rem sudah memberikan respons yang optimal. 

Nah, ketika rem mulai berat, Anda akan memerlukan usaha ekstra untuk melakukan pengereman, dan sistem pun akan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam meresponsnya. 

Bila dalam situasi darurat, mobil tidak akan bisa mengerem secara mendadak dan bisa membahayakan Anda maupun pengemudi lainnya. 

  1. Jarak dan Waktu untuk Mengerem Bertambah Panjang

Ketika melakukan pengereman, Anda menyadari adanya jarak maupun waktu yang dibutuhkan sistem rem mulai bertambah panjang dari biasanya. Inilah tanda kalau rem sudah aus dan harus dilakukan pengecekan segera. 

Pasalnya, jarak maupun waktu pengereman yang menjadi lebih panjang, bisa disebabkan oleh bantalan yang aus, cairan yang sudah hampir habis, atau bahkan permukaan cakram sudah bergelombang. 

Dengan bertambahnya jarak pengereman, ini akan sangat membahayakan untuk Anda dan pengemudi lainnya, terutama saat Anda mengemudi di jalanan ramai atau terjebak macet. 

  1. Tercium Bau Terbakar dari Sistem Pengereman

Brake fade, adalah kondisi ketika rem digunakan secara berlebihan yang akibatnya mengeluarkan panas berlebih dan mulai tercium aroma terbakar. 

Dalam hal ini, saat Anda terus menerus melakukan pengereman secara setengah-setengah, rem akan bekerja ekstra. Akibatnya lama kelamaan komponen akan memuai dan mengeluarkan asap maupun aroma terbakar. 

  1. Gerakan Mobil Cenderung ke Satu Arah

Tiap kali Anda menginjak rem, kendaraan terasa seperti bergerak ke satu arah tertentu. Itulah tanda kalau rem sudah tidak lagi bekerja sebagaimanamestinya. 

Masalah ini bisa jadi terjadi karena caliper pada komponen rem mulai macet atau bahkan bantalannya mulai menipis. 

Selain itu, terjadi kebocoran cairan juga bisa menjadi indikasi lain yang membuat mobil cenderung bergerak ke satu arah tiap kali Anda menginjak rem. 

Nah, dari ulasan tersebut, Anda sudah paham bukan kenapa kebiasaan menginjak rem mobil setengah-setengah itu salah dan harus dihindari? 

Pasalnya, risikonya terlalu banyak hingga merusak komponen dalam sistem pengereman. Bahkan, bila diabaikan, hanya akan membahayakan baik bagi Anda sendiri maupun pengemudi lainnya. 

Untuk itulah, lakukan pengereman dengan cara yang benar sesuai petunjuk yang dianjurkan oleh bengkel. Jangan lupa juga untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin kendaraan, terutama sistem pengereman ke bengkel Suzuki langganan. 

Di bengkel Suzuki, Anda dapat berkonsultasi dengan mekanik mengenai masalah pengereman kendaraan maupun hal lainnya yang berhubungan dengan kendaraan.