Jadwal Servis Mobil yang Ideal untuk Penggunaan Harian

Jadwal Servis Mobil yang Ideal untuk Penggunaan Harian

Jadwal Servis Mobil yang Ideal untuk Penggunaan Harian

Servis mobil merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan oleh setiap pemilik mobil untuk menjaga kinerja mobil dalam jangka panjang. Dengan melakukan servis secara rutin, komponen yang bermasalah bisa segera diperbaiki tanpa menunggu kerusakan berat.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan servis kendaraan? Servis kendaraan sendiri sangat tergantung dengan merek, kondisi kendaraan atau cara pemakaian. Semakin sering mobil digunakan terutama untuk perjalanan jarak jauh maka harus lebih sering diservis.

Jadwal Servis Mobil Berdasarkan Jarak Tempuh 

Jadwal servis bisa dilakukan berdasarkan jarak tempuh dan waktu penggunaan. Untuk servis berdasarkan waktu tempuh, idealnya dilakukan pada mobil yang jarang digunakan. Pada pemakaian ringan, mobil perlu diservis paling tidak setiap enam bulan sekali. 

Namun jika mobil Anda biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh, sering terjebak macet atau mengangkut beban yang berat, maka sebaiknya Anda melakukan servis secara bertahap berdasarkan jarak tempuh.

Servis kendaraan berdasarkan jarak tempuh dilakukan ketika mobil Anda sudah menempuh jarak tertentu seperti 5 ribu sampai 20 ribu kilometer. Berikut jadwal servis yang bisa Anda lakukan berdasarkan jarak tempuh.

  1. Servis Jarak 5.000 Km

Servis setiap jarak tempuh 5 ribu km dilakukan dengan tujuan untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Pada jarak ini, servis yang dilakukan adalah perawatan dasar pada komponen-komponen yang harus dirawat secara konsisten.

Servis yang dilakukan pada jarak ini biasanya meliputi:

  • Penggantian oli mesin

  • Penggantian filter oli

  • Penambahan tekanan angin ban dan pemeriksaan tapak ban

  • Penambahan cairan rem

  • Pemeriksaan lampu maupun klakson

Oli sendiri memang perlu diganti secara rutin karena kualitasnya yang bisa menurun seiring dengan penggunaan mobil. Untuk penggantian oli bisa lebih cepat maupun lebih lama tergantung jenis oli yang digunakan apakah full sintetis atau semi sintetis. 

  1. Servis Jarak 10.000 Km

Servis pada setiap jarak tempuh 10 ribu km akan lebih ditingkatkan untuk menangani beberapa masalah pada mobil supaya kendaraan bisa berjalan dengan lancar dan nyaman. Beberapa komponen yang akan diperiksa meliputi:

  • Penggantian filter mesin 

  • Penggantian oli mesin

  • Pemeriksaan sistem rem dan suspensi

  • Balancing dan spooring jika diperlukan

  • Pemeriksaan baterai

  • Penambahan air radiator, air aki, dan wiper

Komponen-komponen di atas biasanya perlu diganti karena bisa mengalami keausan akibat penggunaan. 

Servis pada jarak 10 ribu km biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali. Meskipun Anda jarang menggunakan mobil, Anda tetap perlu melakukan servis secara rutin pada interval ini.

  1. Servis Jarak 20.000 Km

Servis setiap jarak tempuh 20 ribu km biasanya dilakukan untuk perawatan yang lebih komprehensif. Beberapa perawatan yang akan dilakukan meliputi:

  • Penggantian filter udara

  • Penggantian filter kabin untuk meningkatkan kualitas udara didalam kabin

  • Pemeriksaan coolant dan knalpot mobil

  • Spooring dan balancing untuk memastikan roda bekerja dengan baik dan sistem kemudi nyaman digunakan 

Servis pada jarak tempuh ini biasanya sama dengan melakukan servis setiap setahun sekali. Perawatan mobil pada jarak ini sangat diperlukan karena kendaraan sudah melewati berbagai kondisi jalan yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah komponen mobil.

  1. Servis Jarak 40.000 Km

Servis pada jarak tempuh 40 ribu km sangat penting dilakukan karena beberapa komponen sudah mulai aus. Pemeriksaan biasanya akan dilakukan ke seluruh komponen mobil. Beberapa pemeriksaan dan perawatan yang akan dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan timing belt dan penggantian jika sabuk sudah rusak

  • Pengisian cairan rem dan kopling 

  • Penggantian busi dan filter udara

  • Pemeriksaan sistem pendingin

Itulah beberapa jadwal servis kendaraan berdasarkan jarak tempuh yang bisa Anda lakukan. Namun proses servis juga bisa ditambahkan terutama jika Anda akan melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik ke luar kota.

Lalu, bagaimana jika Anda tidak begitu sering mengemudi mobil? Jika Anda tidak sering menggunakan mobil Anda, maka sebaiknya servis kendaraan setiap 6 bulan sekali atau setiap 10 ribu km. Servis tersebut akan mencegah menurunnya performa mobil Anda.

Tanda Mobil Harus Segera Diservis

Jadwal servis bisa ditentukan berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian. Namun, Anda juga perlu melakukan servis segera meski waktu maupun jarak tempuh belum tercapai jika mobil Anda mengalami beberapa gejala seperti:

  1. Lampu Peringatan Menyala

Tanda mobil Anda perlu diservis segera yang pertama yaitu lampu indikator mobil Anda menyala. Lampu indikator sendiri berfungsi untuk memberikan informasi kerusakan pada komponen mobil Anda.

Lampu indikator yang menyala bisa berupa lampu peringatan baterai, rem, oli, tekanan ban maupun yang lainnya. 

Apabila lampu indikator peringatan di dashboard Anda menyala, maka segera bawa mobil Anda ke bengkel resmi terdekat untuk dilakukan pengecekan.

  1. Muncul Suara Berisik

Tanda berikutnya yaitu terdengar suara berisik yang tidak biasa. Munculnya suara yang tidak biasa ini bisa menandakan adanya masalah pada komponen mobil Anda seperti komponen rem, sistem suspensi, maupun sabuk.

Suara yang tidak biasa tersebut bisa dibarengi dengan getaran atau guncangan yang membuat perjalanan menjadi kurang nyaman. Munculnya getaran pada saat Anda melajukan kendaraan bisa menjadi tanda adanya masalah pada poros penggerak.

  1. Terdapat Kebocoran Cairan

Kebocoran cairan juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada mobil yang harus segera ditangani. 

Misalnya kebocoran cairan transmisi bisa disebabkan karena adanya masalah pada gasket sistem transmisi yang longgar atau retak. Jika masalah kebocoran cairan transmisi ini tidak diatasi, maka proses perpindahan gigi bisa terlambat dan kasar. 

Selain kebocoran pada transmisi, kebocoran juga bisa terjadi pada sistem bahan bakar, sampai air wiper. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

  1. Efisiensi Bahan Bakar Menurun

Apabila konsumsi bahan bakar mobil Anda menjadi lebih boros daripada biasanya, maka bisa jadi ada sistem mesin yang bermasalah. Beberapa penyebabnya yaitu tersumbatnya filter oli, injektor bahan bakar, sampai konverter katalitik.

Penurunan efisiensi bahan bakar tidak hanya menyebabkan pengeluaran Anda boncos, namun juga menurunnya performa mesin seperti akselerasi mobil menjadi lambat. 

  1. Mobil Terendam Banjir

Apabila mobil Anda baru saja terendam banjir atau tergenang air, maka sudah pasti Anda harus segera membawa mobil ke bengkel. Air yang masuk ke dalam mobil bisa merusak sistem kelistrikan dan mesin mobil.

Servis pada mobil yang terendam banjir bisa membantu mencegah air masuk semakin jauh dan mencegah kerusakan pada komponen mobil. 

Apapun jadwal servis yang Anda pilih baik berdasarkan waktu maupun jarak tempuh, pastikan untuk melakukan servis di bengkel resmi seperti di Auto.suzuki.co.id. Bengkel resmi memiliki suku cadang asli yang kompatibel dengan mobil Anda. 

Jadi, Anda bisa melakukan servis mobil sesuai jadwal di atas atau mengikuti rekomendasi pabrik. Servis secara rutin bisa meningkatkan nilai jual dan menghemat biaya perbaikan karena komponen tidak sampai rusak parah.