Bahaya Terobos Hujan dan Genangan Air saat Banjir

Bahaya Terobos Hujan dan Genangan Air saat Banjir

Bahaya Terobos Hujan dan Genangan Air saat Banjir


Saat kondisi hujan lebat, genangan air tinggi atau banjir sangat mungkin terjadi. Tidak jarang banyak pengemudi mobil yang terjebak di tengah genangan air dan memutuskan untuk menerobosnya.

Pengemudi mobil wajib memiliki pengetahuan batas aman air, jika tidak maka risiko kerusakan mesin akan tinggi.

Untuk itu, simak pembahasan artikel kali ini untuk tahu risiko bahaya saat menerobos hujan dan genangan air tinggi bagi mobil. Pelajari juga cara mengetahui batas aman genangan air bagi Anda yang terpaksa harus melewatinya!

Mengapa Pengemudi Mobil Terpaksa Harus Menerobos Banjir?

Di jalan perkotaan, hujan lebat pada waktu yang relatif lama pasti akan menyebabkan genangan air tinggi. Tidak jarang genangan air ini dapat menutup akses jalan utama, yang mana membuat pengemudi memilih menerobosnya daripada harus terjebak macet berjam-jam.

Bagi para pengemudi mobil, keputusan ini terkadang diambil secara tiba-tiba tanpa memahami risiko teknis. Padahal, mobil yang menerobos banjir dapat berisiko fatal bagi kondisi body dan mesin di dalamnya.

Sehingga, kerusakan yang fatal tersebut dapat berdampak pada pengeluaran biaya perbaikan yang tidak murah. Jadi, untuk itu penting bagi Anda agar tahu dampak menerobos genangan air tinggi saat mengemudi.

Risiko Fatal Kondisi Mobil yang Menerobos Banjir

Mari Anda ketahui terlebih dahulu risiko apa saja yang dapat mengancam mobil Anda saat menerobos genangan air! Hal ini berguna agar Anda sebisa mungkin menghindari kondisi tersebut. Berikut pembahasannya:

  1. Mobil Mogok di Tengah Jalan

Menerobos banjir saat hujan lebat dapat berisiko mobil berhenti atau mogok di tengah jalan. Hal ini dikarenakan air yang masuk ke sistem pembakaran dan kelistrikan akan membuat mesin mati mendadak.

Saat Anda mengalami mogok, tentu tidak hanya merepotkan tetapi juga mengganggu perjalanan kendaraan lain dan dapat berisiko terseret arus.

  1. Kerusakan Sistem Elektronik

Risiko kedua adalah rusaknya sistem elektronik dan komponen sensor mobil lainnya. Kerusakan ini paling umum terjadi jika Anda menerobos banjir yang tinggi saat mengemudi.

Umumnya Anda tidak akan merasakan langsung dampak kerusakan ini. Namun, justru kerusakan sistem elektronik saat terkena air yang paling krusial dan butuh penanganan ekstra.

  1. Terjadi Water Hammer

Saat menerobos genangan air tinggi, risiko paling fatal dan harus Anda hindari adalah terjadinya water hammer. Kondisi ini adalah saat air masuk ke dalam ruang bakar lewat saluran udara.

Akibatnya udara tidak dapat dikompres dan mengganggu kinerja piston, stang leher dan crankshaft. Jadi, apabila mobil Anda mengalami water hammer, maka risiko mesin rusak total akan lebih tinggi.

Kondisi water hammer sering menjadi alasan utama mobil bekas banjir tidak akan bekerja seperti awal mula. Selain itu, berpengaruh juga pada nilai jualnya yang menurun drastis.

  1. Risiko Kecelakaan

Risiko terakhir adalah kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan Anda sebagai pengemudi mobil. Menerobos genangan air tidak hanya berbahaya bagi kondisi mobil Anda.

Keselamatan Anda juga dapat terancam karena umumnya banjir akan menutup kondisi jalanan yang buruk seperti jalan berlubang atau selokan terbuka.

Jika Anda tidak berhati-hati, maka risiko kendaraan ambles dan tergelincir akan mudah terjadi. Itulah yang dapat membahayakan kondisi mobil serta keselamatan Anda.

Batas Aman Mobil saat Menerobos Banjir

Lalu, berapa batas aman mobil dapat menerobos genangan air yang tinggi? Mungkin pertanyaan ini penting bagi Anda agar tahu jawabannya.

Karena jika Anda tahu batas aman mobil menerobos banjir, maka risiko kerusakan mobil dan terancamnya keselamatan Anda dapat dicegah. Begini pembahasannya:

  1. Batas Setengah Ban

Jika Anda belum tahu angka tepat batas aman mobil saat menerobos banjir, maka ketahui batas umumnya saja. Umumnya, setengah ban menjadi batas aman jika Anda hendak menerjang genangan air tinggi.

Jadi, jika ketinggian air sudah sampai setengah ban, penting bagi Anda untuk mengemudi secara hati-hati agar air tidak masuk ke dalam ruang mesin.

  1. Batas 30 Sentimeter di Bawah Intake

Komponen intake merupakan jalan masuk udara sebelum masuk ke dalam kompresor. Apabila komponen ini terendam air, maka risiko mobil terkena water hammer akan semakin tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui batas aman agar air banjir tidak masuk ke dalam komponen intake. Usahakan agar genangan air berada 30 sentimeter di bawah komponen intake.

  1. Batas Ketinggian Berdasarkan Tipe Mobil

Karena tipe dan tinggi mobil bermacam-macam, tentu memengaruhi perbedaan batas aman terendam genangan air.

Tipe mobil LCGC memiliki batas aman tinggi genangan air yang rendah, hal ini karena ground clearance yang rendah (160mm – 230 mm). Sedangkan mobil tipe MPV memiliki tipe ground clearance tinggi, yang mana batas aman lebih tinggi.

Tips Aman Mobil Tidak Mogok saat Menerobos Banjir

Jika Anda terpaksa harus menerobos banjir, Anda tidak hanya perlu mengetahui batas aman genangan air agar tidak masuk ke dalam mesin. Anda juga perlu tahu tips aman jika berhasil melewati genangan air tinggi. Pahami tips-tipsnya berikut ini:

  1. Segera Periksa Kondisi Mesin

Anda yang berhasil menerobos banjir, jangan langsung bersantai! Lakukan pemeriksaan kondisi mesin mobil dengan cepat dan segera.

Terutama jika Anda merasakan gejala mesin brebet, tarikan terasa berat atau munculnya bau aneh pada mesin. Segera hentikan mesin mobil dan cari bantuan mekanik segera.

  1. Keringkan Komponen Rem

Tips kedua, segera keringkan komponen rem mobil. Anda disarankan untuk injak rem beberapa kali secara perlahan.

Karena tips ini berguna untuk mengembalikan daya cengkeram rem yang hilang karena masuknya air banjir ke dalam sistem pengereman.

Namun, tips ini relatif tidak efektif jika mobil Anda sudah mogok. Lebih baik Anda membiarkan mobil dalam keadaan mat sambil meminta bantuan apabila mobil mogok karena kemasukan air.

  1. Langsung Periksakan Mobil ke Bengkel

Terakhir, langsung bawa mobil Anda ke bengkel terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena akan berbahaya jika Anda mengotak-atik mobil yang menerobos banjir.

Jika mobil belum mengalami mogok, Anda dapat langsung membawanya ke bengkel. Namun, jika sebaliknya, Anda dapat menelpon bantuan untuk menderek mobil Anda ke bengkel terdekat.

Untuk itulah disarankan untuk tidak segera menyalakan mesin kembali saat mobil mogok terkena air. Menyalakan mesin akan menambah parah kerusakan yang dialami oleh mobil Anda. 

Jadi saat Anda menerobos banjir, hal ini bukan perkara efisiensi atau keberanian. Justru sebaliknya, menerobos genangan air dapat meningkatkan risiko keselamatan dan kondisi mesin mobil Anda.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk tahu batas aman mobil dalam menerjang genangan air. Atau jika memungkinkan, Anda dapat mengambil rute alternatif yang jauh dari genangan air tinggi.

Pahami teknik pengecekan mobil pasca tergenang air agar kerusakan tidak bertambah parah. Jangan lupa untuk memeriksana mobil Anda di bengkel Suzuki dengan segera.