Apakah Gonta-ganti Bahan Bakar Bahaya untuk Mobil? Ini Penjelasannya
Siapa yang masih suka gonta-ganti jenis bahan bakar saat isi bensin untuk kendaraan? Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena bisa menimbulkan efek buruk untuk performa maupun mesin kendaraan.
Beberapa pemilik kendaraan kerap berganti dari satu jenis BBM ke jenis lainnya dengan berbagai alasan. Ada yang untuk meningkatkan performa, ada juga karena alasan harga dan lain sebaiknya.
Tapi, adakah bahaya atau dampak dari kebiasaan sering gonta-ganti jenis BBM ini? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Bahan bakar merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Penggunaan jenis BBM yang tepat tidak hanya menunjang performa kendaraan namun juga menjaga komponen mesin tetap prima dan awet.
Oleh sebab itu, pemilihan jenis BBM harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan. Saat ini ada banyak jenis BBM yang beredar di pasaran. Masing-masing dibedakan berdasarkan kandungan RON yang dimiliki, yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan kendaraan.
Mesin kendaraan dirancang untuk menggunakan BBM dengan spesifikasi dan tekanan kompresi tertentu. Perubahan jenis BBM secara cepat bisa menyebabkan kinerja mesin terganggu karena harus menyesuaikan kompresinya.
Perubahan jenis BBM yang cukup sering juga bisa menyebabkan masalah atau kerusakan pada mesin dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, sebaiknya konsisten dengan satu jenis BBM agar kinerja mesin stabil dan tidak terganggu serta menjaga komponen mesin lebih awet.
Sering gonta-ganti dari satu jenis bahan bakar ke jenis lainnya sebaiknya tidak dilakukan karena bisa berdampak buruk pada kendaraan. Kira-kira apa saja dampaknya? Berikut penjelasan lengkapnya:
Salah satu dampak negatif dari kebiasaan sering gonta-ganti jenis BBM untuk kendaraan adalah dapat menurunkan performa mesin secara signifikan. Salah satu contohnya adalah mesin sulit dihidupkan khususnya saat pagi hari.
Mesin yang terus beradaptasi dengan jenis bahan bakar juga dapat menyebabkan ketegangan sistem khususnya pada sistem pembakaran. Akibatnya, mesin kendaraan akan lebih cepat panas serta membuat kinerjanya menjadi tidak optimal.
Saat suhu mesin meningkat, dapat berdampak pada penurunan efisiensi mesin jangka panjang. Akhirnya, tidak hanya performa mesin yang menurun, namun juga berpengaruh pada kenyamanan berkendara.
Dampak negatif lainnya dari kebiasaan sering gonta-ganti jenis BBM adalah bisa menyebabkan kerusakan pada komponen mesin kendaraan.
Salah satu komponen yang berpotensi besar mengalami kerusakan adalah ruang bakar. Penggunaan jenis BBM yang tidak konsisten bisa membuat kinerja ruang bakar mengalami penurunan.
Komponen lain yang juga berpotensi mengalami kerusakan adalah piston dan ring. Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai bisa membuat komponen tersebut lebih cepat mengalami keausan.
Kebiasaan ini juga bisa berdampak ada katup mesin cepat longgar dan tidak rapat. Kondisi ini bisa berdampak pada proses pembakaran yang tidak optimal.
Penggunaan jenis BBM yang tidak konsisten juga berpotensi merusak komponen mesin yang lainnya.
Jika berlangsung dalam waktu lama, kerusakan yang ditimbulkan akan semakin parah dan membutuhkan biaya besar untuk perbaikan atau bahkan harus melakukan penggantian komponen.
Dampak negatif lainnya dari kebiasaan sering gonta-ganti bahan bakar adalah menurunkan efisiensi BBM. Kondisi ini terjadi karena mesin harus bekerja lebih keras agar dapat menyesuaikan dengan jenis BBM yang berbeda-beda.
Kebiasaan ini akhirnya membuat mesin tidak dapat bekerja secara efisien seperti jika menggunakan jenis BBM yang konsisten. Efeknya, konsumsi BBM menjadi lebih boros untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Kebiasaan gonta-ganti BBM yang dilakukan dalam waktu lama, akan membuat konsumsi BBM terus meningkat. Kebiasaan ini pastinya akan merugikan pemilik kendaraan dalam jangka panjang.
Penggunaan bahan bakar yang tidak konsisten juga bisa berpengaruh terhadap emisi gas buang. Mesin yang menggunakan jenis BBM tidak tetap bisa menyebabkan pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga berdampak pada peningkatan emisi gas buang.
Pembakaran yang tidak sempurna bisa menghasilkan gas yang berbahaya untuk lingkungan, termasuk meningkatkan potensi polusi udara.
Selain berdampak pada lingkungan, peningkatan emisi gas buang juga berpotensi merusak komponen mesin kendaraan seperti katalisator. Oleh sebab itu, penting memilih jenis BBM yang tepat dan konsisten untuk menjaga performa kendaraan.
Kebiasaan sering gonta-ganti jenis bahan bakar juga bisa menyebabkan penumpukan residu pembakaran pada mesin. Akibatnya, mesin akan lebih cepat berkerak, khususnya pada komponen ruang bakar dan katup.
Kerak atau residu yang menumpuk pada mengganggu efisiensi proses pembakaran mesin. Akibatnya, kompresi mesin dapat menurun hingga sulit menghasilkan tenaga yang optimal dan stabil. Dampaknya, performa kendaraan akan menurun.
Kerak yang menumpuk juga bisa mengganggu kinerja klep, hingga menyebabkan kerusakan pada sistem injeksi kendaraan. Hal ini pastinya akan berdampak pada penurunan performa mesin secara keseluruhan.
Sebenarnya, berganti dari satu jenis BBM ke jenis lainnya boleh saja dilakukan asalkan dilakukan dengan tepat dan tidak terlalu sering. Salah satu contohnya, saat ingin meningkatkan performa kendaraan, Anda bisa berganti dari BBM dengan RON rendah ke BBM dengan RON lebih tinggi.
Penggantian jenis BBM ini umumnya dilakukan saat ingin bepergian dalam jarak jauh untuk memastikan mesin kendaraan dapat bekerja oleh lebih optimal. Namun, pastika, jika ingin berganti lagi, berikan waktu jeda yang cukup agar mesin kendaraan bisa menyesuaikan.
Kondisi lainnya yang membolehkan Anda untuk mengganti jenis BBM adalah saat terjadi kelangkaan. Dalam kondisi darurat, berganti dari satu jenis BBM ke jenis lainnya bisa saja dilakukan.
Akan tetapi, jika BBM yang biasa Anda gunakan sudah tersedia kembali, sebaiknya segera kembali ke jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Pada dasarnya, setiap jenis kendaraan memiliki telah spesifikasi jenis bahan bakarnya sendiri. Maka dari itu, sebaiknya gunakan jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan mesin.
Selain itu, sebelum memilih jenis BBM, perhatikan juga nilai oktan yang dikandungnya dan pastikan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Yang terpenting, hindari mencampur beberapa jenis BBM sekaligus karena bisa menyebabkan masalah pada mesin kendaraan.
Memilih jenis bahan bakar untuk kendaraan memang tidak boleh sembarangan karena bisa memengaruhi performa dan kondisi komponen kendaraan. Maka dari itu, pilih jenis yang sesuai rekomendasi pabrikan agar lebih aman.
Selain memilih jenis BBM yang tepat, perawatan mesin juga perlu dilakukan untuk menjaga performa kendaraan. Oleh sebab itu, penting melakukan perawatan kendaraan secara berkala untuk memastikan semua komponen dalam kondisi yang baik.
Kunjungi bengkel resmi Suzuki terdekat untuk melakukan service rutin atau penggantian sparepart. Agar lebih praktis, lakukan booking service online sekarang dan dapatkan layanan terbaik untuk performa kendaraan yang optimal.