Apakah Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa Walaupun Jarang Dipakai?

Apakah Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa Walaupun Jarang Dipakai?

Apakah Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa Walaupun Jarang Dipakai?

Ternyata ban mobil mempunyai masa kedaluwarsa. Bahkan ketika ban mobil tersebut jarang dipakai. Sebagian orang mengalami kebingungan untuk menentukan tanggal kedaluwarsa dari ban mobil tersebut. 

Namun tidak perlu khawatir, dalam artikel ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai kedaluwarsa ban mobil. Silakan disimak.

Alasan Ban Mobil Bisa Kedaluwarsa 

Walaupun ban mobil Anda jarang gunakan, kondisinya tetap bisa menurun. Ini karena ban mobil terbuat dari karet dan bahan kimia lainnya. 

Seiring berjalannya waktu bahan-bahan tersebut mengalami degradasi. Faktor yang menyebabkannya adalah oksidasi, paparan sinar matahari, perubahan suhu, dan kelembapan. Akibatnya karet akan lebih keras, retak-retak secara halus, dan kehilangan daya cengkeram.

Mengetahui Kedaluwarsa Ban Mobil 

Ada beberapa indikator yang bisa menjadi patokan kapan ban mobil mengalami kedaluwarsa. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Pengecekan Kode Department of Transportation (DOT)

Biasanya ban mobil mempunyai DOT atau dikenal juga dengan kode produksi. Kode terdiri dari huruf dan angka. 

Empat digit angka di akhir menjadi bagian penting. Dua digit pertama sebagai informasi minggu ban mobil dibuat. 

Kemudian dua digit terakhir adalah informasi tahun. Misalnya, kode DOT ban mobil yang dimiliki adalah 0426 maka menunjukkan bahwa ban diproduksi pada minggu ke-4 tahun 2026. 

  1.  Pemeriksaan Tanggal Kedaluwarsa Ban Mobil 

Ada beberapa brand ban mobil yang juga mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Ini akan memudahkan Anda untuk melakukan pengecekan secara akurat. 

  1. Usia Ban Mobil Mencapai 3 Tahun 

Ingat, ban mobil terbuat dari bahan karet dengan sifat yang elastis. Kelenturan tersebut bisa berubah seiring berjalannya waktu. Artinya makin lama penggunaannya maka elastisnya juga berkurang. 

Akhirnya ban mobil menjadi getas. Idealnya penggantian ban mobil dilakukan setiap 3 tahun sekali walaupun kembang ban masih tebal karena Anda jarang menggunakan mobil. 

Dampak Menggunakan Ban Mobil Kedaluwarsa 

Ada alasan mengapa Anda tidak disarankan untuk menggunakan ban mobil yang sudah kedaluwarsa. Apa saja dampak tersebut? Berikut informasinya untuk Anda:

  1. Mengurangi Kenyamanan dalam Berkendara 

Ban mobil yang sudah berada di masa kedaluwarsa umumnya mempunyai kondisi karet yang keras. 

Karena itulah ban mobil menjadi tidak nyaman untuk Anda pakai. Ban mobil yang keras bisa menambah kerasnya bantingan dan muncul suara berisik. Umumnya karet ban bisa mengeras karena paparan suhu tinggi dari rem, aspal, dan mesin mobil. 

  1. Keselamatan Berkendara Terancam 

Dampak ini sangat fatal. Ban mobil yang sudah kedaluwarsa sudah mengalami penurunan performa. Salah satunya terkait daya cengkramnya. Kondisi ini akan menyebabkan mobil Anda mudah tergelincir. 

Apalagi jika tekanan anginnya berubah-ubah karena suhu tinggi atau kebocoran. Ban mobil yang kinerjanya menurun berisiko pecah atau meledak saat sedang di perjalanan. 

  1. Bahan Bakar Menjadi Lebih Boros 

Saat ban mobil memasuki masa kedaluwarsa, biasanya tekanan ban mobil bisa berubah-ubah. Kondisi tersebut menyebabkan mesin mobil bekerja lebih keras. Akhirnya konsumsi dari bahan bakar akan menjadi lebih boros. 

  1. Daya Cengkram Ban Mobil yang Berkurang 

Sedikit disinggung pada poin sebelumnya bahwa ban mobil kedaluwarsa bisa mengancam keselamatan. Salah satunya karena daya cengkeram yang berkurang jauh. Ini terjadi karena sifat elastis karet ban mobil turun seiring berjalannya waktu.

Akibatnya kemampuan ban mobil dalam menggigit permukaan jalan menjadi tidak optimal. Ketika Anda berakselerasi atau mengerem, ban mobil kehilangan kemampuannya dalam mencengkeram aspal dengan maksimal. 

Sehingga risiko terjadinya selip pun meningkat. Terutama saat di jalanan licin. 

  1. Meningkatnya Risiko Ban Pecah atau Meletus 

Ban yang sudah di masa kedaluwarsanya rentan mengalami pecah. Apalagi jika Anda melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa muatan yang berat. 

Kompon ban yang kaku tidak akan mampu menahan tekanan udara dengan stabil. Pada kondisi yang ekstrem, ban mobil bisa saja meletus secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan. 

  1. Menurunnya Traksi Mobil 

Tapak ban mobil yang sudah mengalami keausan dan mengeras bisa mengurangi traksi dengan signifikan. Mobil pun menjadi sulit untuk dikendalikan. 

Terutama ketika menikung secara tajam atau melaju di jalanan yang basah. Situasi tersebut jelas sangat membahayakan karena bisa mengakibatkan mobil hilang arah hanya dalam waktu singkat. 

  1. Tread Wear Indicator atau TWI Tidak Bekerja Secara Optimal

Pada ban modern sudah dilengkapi dengan fitur TWI atau indikator keausan. Fitur tersebut membantu pemilik mobil untuk mengetahui batas dari keausan ban mobil. 

Kondisi kedaluwarsa menyebabkan kembang ban mobil mengeras dan fleksibilitasnya menghilang. Kondisi tersebut menyebabkan indikator tidak mudah terbaca dan akan menyesatkan. 

  1. Keretakan Struktur Ban Mobil 

Masa kedaluwarsa pada karet ban mobil akan menyebabkannya keras dan retak karena proses oksidasi. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan struktur ban mobil menjadi mudah retak pada area dalam walau retak-retaknya halus. 

Bahkan bisa menyebabkan ban mobil pecah saat terpapar oleh benturan keras dan tekanan tinggi. Keselamatan Anda akan terancam jika memaksa menggunakan ban mobil kedaluwarsa dalam kecepatan tinggi. 

  1. Meningkatnya Risiko Aquaplaning 

Urat karet ban mobil yang mengering bisa menyebabkan tapak pada ban tidak dapat bekerja secara optimal untuk melakukan proses pembuangan air. 

Akhirnya seolah-olah mobil mengapung jika berada di genangan air. Kemudian Anda dapat kehilangan kontrol dalam waktu singkat. 

  1. Munculnya Benjolan pada Ban Mobil 

Pengerasan yang terjadi pada karet ban mobil karena sudah kedaluwarsa dapat menyebabkan ban mobil mengalami benjolan. Apalagi ketika mobil Anda mengalami benturan dengan keras. 

Misalnya karena melewati jalan berlubang dengan laju yang cepat. Ban mobil yang sudah mempunyai benjolan akan menyebabkan mobil bergetar dan muncul bunyi yang berisik. 

Faktor-Faktor yang Bisa Berpengaruh pada Usia Ban Mobil 

Ada beberapa faktor yang menyebabkan usia ban mobil terpengaruh. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Jenis dan Kualitas Ban Mobil 

Keduanya sangat berpengaruh terhadap usia ban mobil. Umumnya ban mobil dari brand terpercaya mempunyai daya tahan yang lebih lama karena penerapan standar tinggi. 

Selain itu pemilihan ban mobil juga harus Anda sesuaikan dengan jenis mobil dan medan jalan. 

  1. Tekanan pada Ban Mobil 

Tekanan ban mobil harus sesuai dengan standar pabrikan. Tidak terlalu rendah atau tinggi. Tekanan yang terlalu tinggi atau rendah bisa menyebabkan ban mobil cepat mengalami keausan. 

Selain itu, saat tekanan ban mobil rendah, maka permukaan ban mobil lebih banyak bergesekan dengan permukaan jalan. Sementara itu tekanan tinggi akan menyebabkan bagian tengah lebih cepat mengalami keausan. 

  1. Gaya dalam Berkendara 

Faktor selanjutnya adalah gaya dalam berkendara. Mengemudi dengan laju yang cepat, menikung secara tajam, dan melakukan pengereman secara mendadak bisa menyebabkan ban mobil lebih cepat mengalami keausan. 

Apabila Anda berkendara dengan halus dan mematuhi aturan lalu lintas, maka usia ban mobil Anda bisa lebih panjang. 

  1. Medan Perjalanan yang Dilewati 

Indonesia mempunyai banyak jenis jalanan. Mulai dari yang rata, berlubang, hingga rusak. Berkendara di jalanan yang tidak bagus akan menyebabkan keausan ban mobil terjadi lebih cepat. 

Jika Anda memang harus berkendara di medan tersebut, maka pilih ban mobil yang mempunyai daya tahan ekstra. Jangan lupa untuk melakukan rotasi ban mobil secara rutin agar keausan terjadi secara merata. 

sudah melewati masa kedaluwarsa, sebaiknya jangan digunakan lagi agar keselamatan Anda tetap terjaga. Untuk mendapatkan berbagai informasi menarik terkait ban mobil lainnya silakan mengunjungi Suzuki Indonesia.