Apa Tanda Radiator Mobil Mulai Tersumbat dan Perlu Dibersihkan?

Apa Tanda Radiator Mobil Mulai Tersumbat dan Perlu Dibersihkan?

Apa Tanda Radiator Mobil Mulai Tersumbat dan Perlu Dibersihkan?

Dalam sistem pendinginan mesin mobil diperlukan radiator. Komponen tersebut akan mengalirkan cairan coolant atau cairan pendingin. 

Fungsinya agar panas dari mesin dapat diserap dan dibuang lewat kisi-kisi radiator mobil. Dengan demikian suhu mesin mobil Anda akan tetap stabil dan tidak overheating. 

Untuk itulah radiator mobil harus selalu dalam kondisi maksimal agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Namun seperti komponen lainnya, radiator mobil pun bisa mengalami masalah jika perawatannya diabaikan. 

Salah satu masalah yang muncul adalah radiator mobil tersumbat. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan. Lalu apa saja tanda radiator mobil mengalami penyumbatan? Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan jawabannya. Silakan disimak.

Tanda-Tanda Radiator Mobil Mengalami Penyumbatan 

Dengan memahami tanda-tanda penyumbatan pada radiator mobil akan membantu Anda mendeteksi lebih awal dan segera melakukan tindakan. Berikut beberapa tanda-tandanya. Silakan disimak:

  1. Terdapat Tetesan Air di Bumper Depan 

Tanda pertama adalah Anda menemukan tetesan air di bumper depan. Namun Anda harus memastikan bahwa cairan tersebut bukan dari tetesan sistem AC. 

Apabila benar karena radiator mobil, maka Anda harus segera mengisi air radiator. Setelah itu ke bengkel agar teknisi bisa membantu Anda melakukan perbaikan. 

  1. Mesin Cepat Mengalami Overheat 

Ini menjadi tanda paling umum terjadinya penyumbatan radiator. Penyumbatan tersebut karena kotoran, endapan cairan pendingin, atau kerak. 

Kondisi tersebut bisa menyebabkan aliran cairan pendingin menjadi terganggu. Akhirnya risiko overheat pada mesin pun meningkat. Apabila tidak segera Anda tangani, maka kerusakan akan terjadi secara serius. 

  1. Permukaan Radiator Mobil Mengalami Korosi 

Tanda lainnya, yaitu dengan memeriksa permukaan radiator mobil. Jika terjadi korosi maka hati-hati karena kondisi tersebut bisa menyebabkan penyumbatan di radiator mobil. 

Untuk itu, Anda harus mengambil tindakan ke bengkel. Agar korosi bisa dibersihkan dan mencegah penyumbatan pada radiator mobil. 

  1. Air Radiator yang Boros 

Saat air radiator Anda cepat mengalami pengurangan volume padahal tidak terjadi kebocoran, maka bisa dicurigai bahwa radiator mobil Anda mampet. Kondisi ini terjadi karena tekanan yang berlebihan di dalam sistem pendinginan. 

Tekanan tersebut terjadi karena sirkulasi yang tidak berjalan lancar. Tekanan yang tinggi bisa menyebabkan coolant keluar melewati reservoir atau celah kecil yang sulit untuk Anda deteksi. 

  1. AC Menjadi Tidak Dingin Ketika Mobil Diam 

Ketika mesin mobil Anda mengalami panas berlebihan, maka kinerja dari kondensor AC bisa terganggu. Akhirnya AC pun kurang dingin. 

Terutama saat mobil Anda dalam keadaan berhenti. Kondisi ini biasanya disalahpahami sebagai masalah sistem AC. Padahal sumber masalahnya ada di radiator mobil.

  1. Panas Radiator Mobil Tidak Merata 

Kondisi ini bisa dicek oleh teknisi. Saat pengecekan dan ditemukan adanya bagian radiator yang tidak rata suhunya, maka bisa menjadi tanda penyumbatan. 

Biasanya terdapat bagian yang panas dan ada yang dingin. Bagian dingin menunjukkan bahwa radiator mobil tersumbat. Kondisi tersebut menyebabkan aliran coolant menjadi tidak lancar ke seluruh alur radiator mobil. 

  1. Tabung Reservoir Penuh Coolant Panas 

Ciri selanjutnya dari radiator mobil tersumbat adalah adanya cairan pendingin bersuhu tinggi pada radiator reservoir. 

Bahkan air tersebut bisa meluber keluar dari tabung. Kondisi tersebut disebabkan pressure valve radiator cap yang membuka secara terus menerus. Penyebabnya adalah suhu dan tekanan tinggi yang terjadi pada mesin. 

  1. Kipas Radiator Berputar Secara Terus Menerus 

Komponen bernama kipas radiator dengan tipe elektrik berputar secara terus menerus atau durasi putarannya menjadi lebih lama dari normal biasanya. 

Kondisi tersebut terjadi karena efek sensor Engine Coolant Temperature atau ECT yang memberikan informasi bahwa suhu sedang tinggi pada cairan pendingin mesin dan adanya radiator mobil yang tersumbat. 

Suhu cairan pendingin tidak bisa turun seperti ketika sistem pendinginan bekerja dengan normal. 

  1. Slang Radiator Bagian Bawah Kempes 

Kondisi ini terjadi ketika Anda menginjak pedal gas. Biasanya gejala radiator bagian bawah kempes ditemukan pada mobil yang letak thermostat-nya berada di jalur outlet.

Ketika radiator mobil Anda mengalami penyumbatan, maka aliran cairan pendingin mesin tertahan di upper tank radiator mobil. Kemudian sisanya mengalir lewat bypass hose. 

  1. Sisi Dalam Radiator Keruh

Tanda lainnya, Anda bisa memperhatikan sisi dalam radiator. Jika ada lumpur dan keruh karena kotoran kerak dari mesin maka bisa saja terjadi penyumbatan radiator.

Pasalnya kotoran tersebut bisa menutup keseluruhan lubang dan juga saluran radiator mobil. Anda perlu melakukan perbaikan sesegera mungkin untuk mengatasi kondisi ini. 

Jadwal Tepat untuk Melakukan Pembersihan Radiator Mobil

Flushing radiator mobil menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyumbatan karena kotoran. Untuk flushing sendiri sebaiknya dilakukan setiap jarak tempuh 20.000-30.000 kilometer. 

Namun jarak tersebut bergantung jenis cairan yang Anda gunakan dan juga kondisi penggunaan mobil Anda. 

Apabila radiator mobil Anda sering terpapar air kotor atau debu, maka sebaiknya Anda lebih sering melakukan flushing. Terutama jika Anda sering mengemudi di jalan dengan medan berat. 

Mengabaikan flushing akan menyebabkan mesin Anda overheating dan pada kondisi parah, komponen vital akan rusak. Jangan lupa menggunakan air radiator mobil yang berkualitas dan menggantinya sesuai jadwal yang ditentukan pabrikan. 

Cara untuk Mengatasi Radiator Mobil yang Mampet 

Selain flushing, ada beberapa cara lagi untuk mengatasi penyumbatan radiator mobil. Berikut beberapa caranya:

  1. Penggantian Coolant Secara Rutin 

Untuk mengganti coolant Anda bisa melakukan setiap 20.000-40.000 kilometer. Sesuaikan saja dengan rekomendasi pabrikan mobil Anda. 

Jika dihitung secara waktu, kira-kira setiap 1-2 tahun. Kisaran ini bergantung jenis coolant dan kendaraan yang Anda gunakan. Cairan pendingin yang baru akan membantu menjaga sistem tidak kotor dan mencegah terjadinya korosi. 

  1. Melakukan Perbaikan Radiator Mobil di Bengkel Resmi 

Dengan rutin melakukan perbaikan di bengkel resmi, Anda akan dibantu untuk memeriksa keseluruhan sistem pendinginan mobil. 

Termasuk di dalamnya ada thermostat, water pump, dan kipas radiator. Pemeriksaan secara menyeluruh akan membantu mendeteksi masalah sebelum terjadinya kerusakan lebih parah. 

  1. Mengganti Radiator Mobil 

Tindakan ini hanya dilakukan saat kondisi radiator mobil Anda sudah sangat parah. Biasanya ditandai dengan sumbatan yang parah atau kisi-kisi radiator mobil yang banyak mengalami kerusakan. 

Maka dari itu penggantian radiator mobil menjadi solusi bijak. Ada beberapa tanda lain radiator mobil harus diganti yakni overheat secara terus menerus padahal sudah dilakukan flushing, 

kebocoran yang terjadi secara berulang, dan korosi berat pada area dalam radiator mobil.

Penyumbatan pada radiator mobil tidak bisa dibiarkan karena dapat memengaruhi kinerja mesin dan kenyamanan Anda dalam berkendara. Penundaan servis hanya akan menyebabkan komponen mobil Anda terancam rusak. 

Sehingga biaya perbaikan menjadi lebih tinggi. Tentunya Anda tidak mau bukan? Pastikan untuk menggunakan bengkel resmi sebagai tempat untuk servis radiator. 

Kunjungi website resmi Suzuki Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai perawatan kendaraan Anda lainnya.